Pria Di Medsos Ngaku Nabi Isa Telah Di Amankan Polisi

pria-di-medsosAceh Timur LintasPe –

Sepekan terakhir masyarakat Aceh Timur khususnya pengguna sosial media dihebohkan oleh ulah Pria bernama Zulkifli (32) warga Desa Teupin Batee, Kecamatan Idi Rayeuk yang dalam akun media sosial (Facebook) mengaku dirinya Nabi Isa. Semakin ramainya komentar dan hujatan masyarakat terhadap Zulkifli, Kapolres Aceh Timur AKBP. Rudi Purwiyanto, S.I.K., M.Hum., mengambil kebijakan dengan memerintahkan Satuan Reserse Kriminal untuk bisa memburunya dan mengamankannya, hal ini dilakukan pihak kepolisian agar tidak membuat masyarakat resah atas ulah yang dilakukannya dimedia sosial semakin tidak terkendali.

Belum sampai hitungan bulan, pada kamis (08/12/2016) pagi, Zulkifli diamankan dari sebuah tempat sablon yang terletak di Desa Pasir Putih, persisnya di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan Peureulak, oleh pihak kepolisian dan tokoh masyarakat Kecamatan peureulak. Setelah itu, siangnya dari Mapolsek Peureulak Zulkifli di bawa ke Mapolres untuk proses lebih lanjut. Dalam kesempatan itu, Kasat Reskrim AKP. Parmohonan Harahap memanggil sejumlah tokoh untuk membahas penyelesaian permasalahan yang sangat meresahkan masyarakat, utamanya di kalangan ulama dan umat muslim.

Tak lama para tokoh agama pun berdatangan ke Mapolres bertempat di Aula Wira Satya, dihadiri H. Anwar perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Timur, Ikatan Santri Aceh Timur (ISAT) diwakili oleh Tgk. Iskandar, Rahmayuddin, Al Hada diwakili oleh Tgk. Muhibuddin, dari Gampong Alamat Zulkifli, turut hadir juga Geuchik (Kades) Teupin Batee (Ahmadi) serta sejumlah perangkat Desa Teupin Batee, diantaranya Ilyas TR, Kadus Teupin Batee, Syarbaini serta beberapa Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda Desa Teupin Batee, Kecamatan Idi Rayeuk sekaligus menghadirkan Zulkifli yang mengaku dirinya Nabi Isa.

Dari pertemuan tersebut disepakati secara bersama, sebelum dilakukan proses hukum, Zulkifli yang mengaku Nabi Isa tersebut terlebih dahulu akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh pada jum’at (09/12/2016) untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Hal ini dilakukan karena Zulkifli memiliki prinsip yang terbilang konyol, yakni lebih baik tidak makan daripada tidak mempunyai paket internet. Menurut catatan, pada bulan Juni tahun 2015 lalu, di akun Facebook, ianya juga pernah melakukan hal serupa, yakni penghinaan terhadap ulama Aceh Timur.

Keterangan Kasat reskrim, “bila nantinya pemeriksaan kejiwaan tersebut, jika dinyatakan physikologisnya sehat, maka kami akan memproses secara hukum setelah adanya laporan dari masyarakat atau ulama dan lembaga keagamaan atas perbuatan Zulkifli di medsos. mengapa demikian, menurut pihaknya kepolisian tidak bisa melakukan penindakan terhadap seseorang tanpa adanya laporan terlebih dahulu. Akan tetapi, jika dinyatakan physikologisnya kurang sehat, maka kami kembalikan kepada keluarganya”. Jelas Kasat Reskrim.

Salah seorang tokoh masyarakat, Mukim Peureulak Kota, Indra Munawar, ditempat terpisah kepada awak media Lintas Peristiwa menjelaskan, “awalnya ocehan Zulkifli yang mengaku Nabi Isa di akun media sosial miliknya yang tersebar belum lama ini dianggap biasa-biasa saja, namun setelah di ikuti semakin lain gaya bahasanya, sampai-sampai ada kalimat yang menghina ulama dan pimpinan keagamaan, sehingga sepertinya di sinyalir ada kesengajaan oleh Zulkifli untuk menyebar penyesatan agama. Dan pada kesempatan kebetulan orang yang namanya zulkifli terlihat oleh kami dilokasi usaha sablon di Peureulak, langsung menghubungi pihak kepolisian sektor Peureulak untuk mengetahui kejelasan indentitas, ternyata saat diperiksa, memang betul pria tersebut mengantongi Kartu Tanda Penduduk bernama Zulkifli, dan alamat KTP (Kartu Tanda Penduduk) yang di unggahnya dimedsos juga persis sama dengan yang ada padanya”. Kata Indra M.( .lintasperistiwa.com).