Proyek Rp 3,4 Miliar Kantor Dewan Disorot

KepahiangBengkulu ,Surya Post

Pelaksanaan rehabilitasi gedung kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kepahiang 2017 mendapatkan sorotan tajam wakil rakyat. Sebab besarnya anggaran dinilai tidak sesuai dengan fakta hasil pekerjaan di lapangan, sebab hasilnya diketahui masih ada plafon gedung DPRD masih ada yang belum diperbaikan. Sorotan tajam disampaikan Anggota DPRD Edwar Samsi SIP MM Kamis (12/10).Ia mempertanyakan realisasi penggunaan anggaran Rp 3.962.200.000 karena pekerjaan PT Pratama Karya Sakti dinilai belum dapat mencerminkan pengerjaan dengan dana besar tersebut. “Saya bukan orang teknis, tetapi saya rasa tidaklah demikian pekerjaanya kalau anggaran seperti itu. Dananya besar kok hasil pekerjaannnya seperti itu,” sebut Edwar.

Ia menegaskan kedepan pihaknya selaku Badan Anggaran (Banggar) akan lebih selektif lagi dalam membahas dana rehab gedung yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sebab, hasil pekerjaan rehab gedung kantor Bupati an DPRD 2017 sangat tidak mencerminkan pekerjaan dengan dana yang dikucurkan.“Kedepan untuk usulan anggaran dana rehab gedung kita akan lebih selektif lagi dalam pembahasannya. Kita tidak mua lagi kejadian seperti ini,” tuturnya.

Bahkan Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan akhir tahun akan mendorong pengajuan Audit Investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk menelusuri penggunaan atau pekerjaan rehab sesuai dengan pagu anggaran atau tidak. “Sekarang bisalah mereka demikian, nanti akhir tahun kita minta audit. Harus jelas pekerjaan sudah sesuai dengan anggarannya tidak,” tegas Edwar.Pengamanan dilapangan, sudah tidak ada aktivitas pekerjaan rehab digedung bupati dan DPRD, bahkan para pekerja terlihat telah mengemasi barang-barang mereka dari mes pekerja disamping gedung Bupati Kamis (12/10).

Hanya ada terlihat tiga orang karyawan menggunakan minibus untuk menangkut barang-barang dari bangunan mess, belum diketahui pasti apakah pekerjaan rehab gedung sudah selesai sehingga pekerjaan sudah meninggalkan lokasi bangunan atau pekerjaan belum tuntas.Pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melalui PTTK Proyek Fikri dikonfirmasi belum memberikan jawaban, dihubungi via telpon belum diangkat sama sekali. (Bengkuluekspres)