Ratu Baguskuning Merupakan Salah Satu Keturunan Dari Wali Songo

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

Palembang,Surya Post

Habitan kehidupan kera yang masih terjaga hingga sekarang yang terutama yang berada di daerah Makam Baguskuning.Menurut keterangan seorang penjaga makam Baguskuning Vebry Al Lintani,bahwa didaerah makan tersebut masih ratusan kera yang katanya orang mengatakan bahwa keberadaan kera-kera tersaebut adalam menjaga makam Baguskuning.Menurut Vebry dengan adanya metos tersebut itu merupakan ada sisi positifnya,Secara tidak langSung, mitos-mitos itulah yang boleh jadi membuat keberadaan makam di sana bisa bertahan sampai sekarang. Demikian juga terhadap kelangsung para kera tersebut  populasinya,hingga sekarang masih terjaga dengan aman.

Hal itu diungkapkan penjaga Makan Baguskuning Vebri kepada seorang Ketua Dewan Kesenian Palembang.Dengan adanya mitos itu, Ketua Dewan Kesenian Palembang ini menanggapinya.Dikatakannya hal tersebut membuat masyarakat berpikir panjang untuk menangkap atau membunuh kera yang ada di sana.Untuk dikatahui keberadaan para kera-kera di area Makam Baguskuning, semuanya tidak mengganggu kehidupan masyarakat karena hanya berkeliaran di seputar kawasan Makam Ratu Baguskuning.”Cerita tentang para kera yang menjaga makam juga membuat makam itu bisa ada sampai sekarang. Masyarakat bisa mengetahui seberapa besar peranan ratu yang dimakamkan di sana,” kata Vebry, Sabtu (11/3).

Selain itu juga dikatakan oleh Vebri, bahwa adanya mintos tersebut ia menilai  itu bisa menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat yang memiliki nilai budaya dan sejarah.Juga laki penjaga makan Baguskuning tersebur, berharap daerah tersebut akan di jadi tempat opjek wisata tersendiri. Ia juga mengharap kawasan tersebut tetap dipertahankan seperti sekarang, tanpa adanya segala macam bentuk pembangunan yang mungkin bisa mengancam keberadaan makam dan populasi para kera disana.Perihal Ratu Baguskuning, beber Vebry, bisa dikatakan sebagai salah satu legenda yang berkembang di masyarakat Sumsel. Kurang lebih sama seperti keberadaan cerita Pahit Lidah yang ceritanya berkembang di daerah Besemah.

Konon, Ratu Baguskuning merupakan salah satu keturunan dari Wali Songo yang diperintah menyebarkan Islam di wilayah Batanghari Sembilan. Ia lalu berangkat ke Palembang untuk selanjutnya mendatangi sejumlah daerah di Sumatera.Dalam perjalanannya, masih kata Vebry, Ratu Baguskuning menemukan banyak aral rintangan, mulai dari bertarung dengan keadaan alam hingga bertemu dengan sejumlah prajurit. Di suatu perjalanannya, ia singgah di suatu tempat (yang sekarang menjadi lokasi keberadaan makam) untuk sekedar istirahat atau berteduh.”Di sana, ia diganggu siluman kera dan terjadi pertarungan. Sesuai janji sebelum bertarung, rombongan siluman kera yang kalah patuh dengan ratu hingga menjaga makam ratu tersebut,” kata Vebry.(Red/Net)