Remaja Desa Santan Diserang Buaya

buayaserang

Banyuasin, SP – Seorang remaja bernama Maulana bin Lusi berusia 16 tahun warga Dusun 4 Desa Santan Sari Kecamatan Sembawa diserang oleh Buaya Muara Senin (7/11). Peristiwa bermula saat Maulana sedang membantu kedua orang tuanya sedang membersihkan lahan pertanian ditepi muara sungai. Saat Maulana tengah disibukkan membersihkan sampah yang terbawa air pasang disekitar sawah milik ayahnya, saat itulah Buaya menggigit bagian kaki Maulana. Maulana berteriak kesakitan seraya meminta tolong terhadap orang tuanya. Sontak saja kedua orang tua Maulana memberikan perlawanan terhadap Buaya muara tersebut. Karena jarak korban terlalu dekan dengan sungai akhirnya buaya menyeret Maulana ke dalam sungai.

Menurut Teguh selaku Paman korban, kedua orang tua korban sempat memberikan perlawanan untuk menyelamatkan korban, sebelum korban akhirnya diseret Buaya ke sungai. “Ayahnya memukul kepala Buaya dengan sepotong kayu memukul kepala Buaya dengan sepotong kayu, dan ibunya memegang kepala Buaya sambil memukul kepalanya, karena gigitannya Buaya terlalu kuat, Maulana langsung diseret Buaya kedalam sungai,” katanya.

Lanjut Teguh, karena sungai yang besar dan dalam, Buaya tersebut langsung menghilang dari permukaan.

Teguh juga menambahkan bahwa saat ini proses pencarian oleh ratusan orang baik dengan menyelam dan menggunakan perahu. “Karena keterbatasan peralatan, dan perahu yang terbatas kami mencoba menghubungi siapa saja yang memiliki perahu,” tambahnya.

Sementara itu, Darminto selaku Ketua Gapoktan Rangga Santosa Desa Santan Sari menjelaskan dimana lokasi kejadian buaya memangsa korban memang tempatnya buaya. “Memang didekat sawah milik pak Lusi itu banyak buayanya, Disitu dahulunya tempat penambatan kapal Jepang, ada disitu gunung 7 tempat tentara jepang menempatkatkan senjata saat zaman kemerdekaankemerdekaan,” ujarnya.

Ditempat Terpisah PLT Kades Santan Sari, Gatot Sailendra saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang diserang buaya. “Ya memang benar ada warga kami yang diserang buaya, dan kami sudah melapor ke Polsek Pangkalan Balai, sampai saat ini kami di TKP melakukan pencariah korban,” katanya.

Gatot berharap korban segera cepat ditemukan dalam kondisi apapun. “Dari kejadian ini semoga menjadi ada hikmahnya, terutama bagi seluruh warga santan sari dihimbau agar berhati-hati saat bekerja, dan dihindari mendekat ke sungai besar saat air sedang tinggi,” pungkasnya.(rev)