Rusia: ISIS Hanya Berada di Wilayah yang Dikendalikan AS

Moskow,Surya Post

ISIS masih mempertahankan kehadirannya di Suriah, tetapi hanya di daerah-daerah yang dikuasai Amerika Serikat (AS). Sementara wilayah yang dibebaskan oleh pasukan pemerintah Suriah secara perlahan pulih kembali.Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.”Semua sisa kantong perlawanan teroris ISIS di Suriah hanya di wilayah yang dikuasai oleh Amerika Serikat,” kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/6/2018).

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan dalam sebuah pernyataan yang berani bahwa menarik keluar dari Republik Arab “harus menghindari meninggalkan ruang hampa di Suriah yang dapat dimanfaatkan oleh rezim Assad atau pendukungnya,” merujuk ke Iran dan Rusia.Sebagai tanggapan atas pernyataan Mattis, Konashenkov mengingatkannya bahwa invasi pimpinan AS di Irak dengan dalih palsu pada kenyataannya menyebabkan munculnya ISIS dan akhirnya ekspansi ke Suriah yang dilanda perang.

“Ekspansi ISIS lebih lanjut di Suriah menjadi mungkin karena kelambanan bertindak atas aksi kriminal dari AS dan apa yang disebut ‘koalisi internasional,’ yang mengakibatkan cepat mendapatkan kontrol oleh militan ISIS atas daerah-daerah penghasil minyak utama di Suriah Timur dan aliran dana yang konstan dari penjualan produk minyak ilegal,” kata Konashenkov.Lebih jauh Konashenkov mengatakan Washington memasok senjata senilai ratusan juta kepada oposisi “fiktif” Suriah yang sebagian besar berakhir di tangan cabang al-Qaeda, Al-Nusra, dan ISIS. Itu, dalam pandangan Konashenkov, menunjukkan bahwa tujuan kelompok teroris di Suriah bertepatan dengan kebijakan Washington.

Sementara itu, tidak satu sen pun dari anggaran AS telah datang untuk memfasilitasi pemulihan zona-zona konflik sebelumnya yang sekarang dikendalikan oleh pemerintah Suriah.“Di provinsi Suriah yang dikendalikan oleh otoritas sah dari Republik Suriah Arab, kehidupan damai sekarang secara aktif dipulihkan, permukiman sedang dibersihkan dari ranjau; perusahaan, pasar, sekolah dan taman kanak-kanak kembali aktif. Bantuan kemanusiaan dan makanan tiba di sana, dari mana tidak ada satu pun kemasan, yang dibayar dari anggaran Amerika Serikat,” sindirnya.

Sebelumnya Amnesty Internasional (AI) menyalahkan koalisi AS atas korban warga sipil di Raqqa yang dikuasai oleh ISIS. Laporan AI, yang diterbitkan awal pekan ini, mengatakan bahwa penduduk terperangkap ketika pertempuran berkecamuk di jalan-jalan antara militan ISIS dan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) pimpinan Kurdi, yang didukung oleh serangan udara koalisi AS.(Sindonews)