Satu Kecamatan di Kota Pagaralam Terancam Terisolir. Ini Penyebabnya

Pagaralam,Surya Post

Adanya rencana perbaikan Alinyemen Liku Lematang dan perbaikan Jembatan Endikat yang dilakukan pihak Balai Besar Jalan dan Jembatan Provinsi Sumsel pada usai Lebaran Idul Fitri mendatang menuai pro dan kontra dari masyarakat Pagaralam terutama masyarakat Dempo Selatan.Pasalnya rencana pembangunan dua lokasi tersebut yang akan digelar bersamaan dan akan melakukan penutupan total kedua ruas jalan negera tersebut akan menyebabkan warga Kecamatan Dempo Selatan terisolir.

Hal ini mengingat untuk menuju ke Kota Pagaralam, masyarakat Dempo Selatan hanya memiliki satu akses saja yaitu Jalan Lematang Indah.Hal yang sama terjadi jika Jembatan Endikat ditutup maka untuk menuju Kota Lahat, masyarakat Dempo Selatan harus lewat jalir alternatif Desa Bangke Kabupaten Lahat.Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Jumat (23/3/2018), sejak beredarnya informasi tentang akan dibangunnya Jembatan Endikat dan Liku Lematang secara bersamaan tersebut masyarakat Dempo Selatan mulai resah.

Pasalnya dipastikan satu kecamatan tersebut akan terisolir.Santo (37), tokoh pemuda Dempo Selatan mengatakan, pihaknya sangat mendukung jika pemerintah akan memperbaiki Jembatan Endikat dan Liku Lematang. Namun apabila harus ditutup total maka dipastikan seluruh masyarakat Dempo Selatan terancam terisolir.”Sudah pasti kami akan terisolir. Pasalnya jalan Liku Lematang merupakan akses satu-satunya kami jika mau ke Kota Pagaralam.””Jadi jika ditutup total maka kami tidak bisa ke Pagaralam,” katanya.

Sedangkan untuk menuju Kabupaten Lahat, jika Jembatan Endikat juga ditutup maka masyarakat Dempo Selatan harus lewat jalan Desa Bangke yang kondisi jalannya sempit dan rusak.Menanggapi hal tersebut, Pjs Walikota Pagaralam, Musni Wijaya mengatakan, rencana tersebut masih akan dilakukan pada Juni 2018 mendatang.Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada yang dirugikan.

“Kita akan mencari solusi bersama masyarakat langsung. Ini masih ada waktu tiga bulan lagi untuk kita mencari solusi yang terbaik.””Nanti kami akan ajak masyarakat Dempo Selatan untuk sama-sama mencari solusi agar kawasan ini tetap bisa keluar masuk wilayahnya,” ujarnya.Dijelaskan Musni Wijaya, selain melibatkan masyarakat setempat, nanti Pemkot juga akan mengajak pihak Balai Besar untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.(Sripoku)