Sejarah Terbentuknya Sulawesi Tenggara

Celebes Tenggara atau Sulawesi tenggara sebagai suatu istilah geografis telah dikenal beberapa abad yang lalu. Dalam perjanjian antara Sultan Buton Dayanu Ikhsanuddin laelangi dengan Apollonius Schot dari VOC Belanda tanggal 5 januari 1613. Kesultanan Buton disebutkan, terletak di Zuid Oost Celebes atau Sulawesi Tenggara. A Ligtvoet, dalam bukunya: Beschrijving en Geschiedenis Van Buton, 1877 menyebutkan jazirah Sulawesi Tenggara dengan ( Het Zuidoostelijk Schiereiland Van Celebes ). Doctor Paul dan Frits Sarasin, dua bersaudara adalah orang-orang Eropa pertama yang mengunjungi daerah ini menulis dengan buku mereka berjudul “ Reise von der Miengkoka Baai nach Kendari, Zuidoost Celebes “ pada tahun 1903.

Kemudian H.Van Her Klift seorang pendeta yang pernah tingggal di Mowewe, menulis dua buah buku masing-masing berjudul : “ De Ontwikeling Van het Zendingwerk op Zuil Oost-Celebes (1918)dan yang kedua “ huidege Stand Van het Zeendings op Zuid Oos-Celebes (1925) telah menggunakan istilah atau nama “Sulawesi Tenggara” untuk wilayah ini. Dr.Alb C. Kruyt, pada tahun 1920 pernah mengadakan penelitian di daerah Kolaka dan kendari dan Menulis buku yang berjudul “Een en Ander Over Tolaki van Mekongga ( Zuidoost Celebes ), atau sesuatu tentang orang Tolaki dari Mekongga, Sulawesi Tenggara, 1922. Dr. Johanes Elbert menulis buku “Die Sunda Expedition Jilid I diterbitkan di Frankfurt, 1911; telah menggunakan istilah Sudost-Zipfel Von Celebes artinya wilayah semenanjung Tenggara dari Sulawesi.

Tetapi , jauh sebelumnya 1911, yakni tahun 1524-1587 (lebih empat ratus tahu yang lalu) dalam menceritakan tentang kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol di daerah ini, pada waktu itu telah dipergunakan istilah Sudoost Celebes (Sulawesi Tenggara) untuk daerah Buto, Muna dan Pulau sekitarnya serta semenanjung Sulawesi bagian Tenggara, “ Johannes Elbert ”, (1911 : 9-10).Hal ini diperkuat oleh A. Ligtvoet dalam bukunya “Beschrijving en Geschiedenis van Boeton, Het Zuidoostlijk Schiereiland Van Celebes”, terbit 1877. “Sulawesi Tenggara” menjadi istilah politik (administrasi pemerintahan) sejak tahun 1938, ketika Afdeling Buton dasn Laiwoi dirubah menjadi Sulawesi Tenggara dengan ibukotanya Bau-Bau.

Pada awal kemerdekaan Sulawesi Tenggara masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi (Groote Oost) sebagai salah satu provinsi dari 8 (delapan) provinsi yang dibentuk berdasarkan siding Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945 dengan ibukotanya Makassar yang di pimpin seorang Gubernur. Sekitar tahun 1959 diadakan pemekaran menjadi dua provinsi, yaitu Provinsi Sulawesi Utara/Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan/Tenggara. Berdasarkan PP No. 64 tanggal 27 April 1964 daerah Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten, yakni Kendari, Kolaka, Buton dan Muna menjadi satu provinsi yakni Sulawesi Tenggara dengan ibukotanya Kendari. (.blogspot.co.id/)