Soal Ada Harimau Makan Manusia di Lahat dan Pagaralam, Ini Tanggapan Ketua Komisi VIII DPR RI

Sumsel,Surya Post

Keganasan Si Raja Hutan, harimau yang sudah memakan beberapa korban di kabupaten Lahat dan kota Pagaralam, ternyata juga menjadi pembicaraan hangat di kalangan anggota DPR RI.Hal itu diketahui, saat sejumlah awak media membicarakannya ke Ketua Komisi VIII DPR RI, H Yandri Susanto S.Pt saat melakukan kunjungan kerja ke BPBD Sumsel bersama Wakil Ketua H. Marwan Dasopang dan 14 anggota lainnya, Rabu (18/12/2019).Menurut Yandri, persoalan adanya harimau sumatera yang memangsa korbannya di Lahat dan Pagar Alam itu lebih dikarenakan habitatnya mulai terganggu. Dia katakan, Harimau itu tidak akan mengganggu jika kelompoknya tidak diganggu.

“Ini adalah peringatan bagi kita jangan coba coba merusak alam karena di dalam hutan tersebut ada ekosistem yang tidak bisa kita rusak, yang kita putus rantai makanannya karena ketika kita ganggu maka yang diganggu itu malah justru mengganggu kehidupan kita. Artinya kalau kita jaga alam, alam pun menjaga kita,” jelas Yandri, menyayangkan jika hal itu terjadi.Sementara itu, dalam pertemuan kunjungan kerja rombongannya ke BPBD Sumsel, Yandri membahas beberapa persoalan terkait kejadian karhutla beberapa waktu lalu.“Seperti yang kita dengar dari Kepala BPBD Sumsel Iriansyah bahwa ternyata penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah manusia itu sendiri,” Ungkap dia.

Yandri mengatakan, melalui kunjungan kerja tersebut pihaknya minimal sudah mendapatkan informasi yang luar biasa soal karhutla.“Dari informasi ini kami dapat menyusun regulasi dalam hal tentang undang undang penanggulangan bencana yang Insya ALLAH sudah masuk ke dalam prolegnas tahun 2020.Saya mengimbau agar Kepala BPBD Sumsel beserta jajarannya dapat melakukan Inovasi baik di desa maupun di kampung kampung mengenai keterlibatan masyarakat tentang sumber daya manusia itu sangat penting sekali kesadaran mereka untuk tidak membakar hutan atau line kliring dengan cara membakar hutan dengan biaya lebih murah, itu harus kita hentikan semua bertanggung jawab termasuk korporasi rakyat biasa sehingga kita tidak perlu mengerahkan helikopter dan berapa juta ton garam dan lain sebagainya.

Marilah kita bangun kesadaran dengan sumber daya manusia yang ada termasuk orang orang yang tidak peduli dengan alam mungkin akan kita sentuh dengan cara melakukan pelatihan pelatihan saya kira itu untuk mempermudah kita dalam hal pencegahan,” jelasnya, panjang lebar.Dia menuturkan, pencegahan adalah lebih baik dan lebih murah biayanya dari pada penanggulangan.Yandri juga menyetujui soal ada saran dari akademisi berupa membangun sumur underground sebagai langkah alternatif ataupun membuat danau buatan.“Akan tetapi yang menjadi masalah bagaimana kita dapat menjaga alam tersebut.Apalagi, lanjut dia, pihaknya saat ini lagi merevisi Undang undang nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

“Supaya masyarakat atau aparat TNI, Polri termasuk stakeholder yang lain itu secara bahu membahu dan simultan untuk menanggulangi mulai dari pencegahan kemudian penanggulangan termasuk pasca bencana yang selama ini kita lihat belum secara komperhensif termasuk dari penganggaran dan sebagainya,” urainya.Tak sampai disitu, pihaknya juga akan melakukan simulasi program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.“Termasuk bagaimana kita mencari tahu kenapa kemarau berkepanjangan bisa terjadi, tentunya ini dapat dikaji dengan ilmu pengetahuan apakah bisa dirubah,” tandasnya.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Drs Iriansyah, yang langsung menyambut kedatangan rombongan komisi VIII DPR RI ini bersama Perwakilan Danrem, Polda Sumsel, BMKG serta Kepada OPD Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan mengatakan, Tahun depan pihaknya akan lebih fokus pada  pemberdayaan masyarakat desa khususnya di wilayah yang rawan bencana asap dengan membentuk satgas desa kebakaran hutan dan lahan.Lebih lanjut, Iriansyah berharap kepada Komisi 8 DPR RI agar bisa memasukkan anggaran pencegahan di tahun 2020 nanti.“Intinya bagaimana kita dapat mencegah daripada menanggulangi serta mengajak beberapa stake holder harus sama sama,” sampainya, mengakhiri sambutannya.( Sumateranews)