Soal Adaptasi Mesin Ducati, Stoner Lebih Jago Ketimbang Lorenzo

Bologna,Surya Post

Michele Pirro terus melayangkan pujiannya kepada test rider Ducati lainnya, Casey Stoner. Kemampuan adaptasi mesin sang pembalap yang sempat pensiun sejak 2012 dinilai masih yang paling hebat dalam timnya.Pirro dan Stoner sempat berbagi trek dan paddock Ducati saat jadi test rider musim lalu. Keduanya ditunjuk pabrikan Italia jadi penguji motor Desmosedici GP16 dan GP17.Musim ini, Stoner dan Pirro bakal punya pekerjaan yang berbeda. Jika Stoner tetap bakal jadi test rider, maka Pirro ditunjuk jadi analisis trek pembalap baru tim, Jorge Lorenzo.Dalam pengujian di Malaysia beberapa waktu lalu, Stoner yang turun ke sirkuit sempat jadi pembalap tercepat di sesi hari pertama saat memacu Desmosedici GP17. Catatan

waktunya menembus 1 menit 59.6 detik yang tak bisa dikejar pembalap tim lain, termasuk Lorenzo yang tercecer ke peringkat 21.
Apa yang diperlihatkan Stoner rupanya makin menguatkan keyakinan Pirro pada kemampuan seniornya tersebut. Menurutnya, rider Australia punya proses adaptasi yang lebih baik saat diberi mesin baru.”Casey punya kemampuan hanya butuh sedikit waktu untuk menemukan batas maksimal dari motor. Dia bisa mendapatkannya lebih dulu ketimbang pembalap lain,” sanjung Pirro kepada Motorsport, Sabtu (11/2/2017).”Jorge bisa melakukannya juga (menemukan batas maksimal kemampuan motor), tapi dia menggunakan cara yang beda.

Stoner tidak butuh waktu yang cukup lama. Keduanya memang sangat cepat, tapi cara yang diterapkan Stoner sangat luar biasa,””Saya kira itu kemampuan yang unik. Kendati tidak selalu balapan, dia bisa menemukan titik maksimal dari motor,””Pada tes pertama di Sepang, dia membuat waktu 1 menit 59.6 detik dan pada sesi terakhir ia bisa mengulanginya. Itulah batas kemampuan motor dan dia bisa mendapatkannya sejak hari pertama,” tutupnya. (sindonews)