Sumatera Krisis, Jokowi Marah di Kalimantan

Sumatra KrisisKalbar,Surya Post

Masyarakat Sumatera harus lebih lama bersabar terkait krisis listrik. Saat ini pemerintah tengah sibuk menyelesakan soal kelistrikan Kalimantan dan Jawa.Saat meresmikan groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) 4×25 Mega Watt di kawasan Gardu Induk Parit Baru, Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kamis (2/6) sore, Presiden JokoWidodo memperingatkan Direksi PT PLN (Persero) untuk segera menyelesaikan pembangkit-pembangkit listrik di Kalimantan Barat. “Pengerjaannya sudah sejak Februari, dan saya minta September tahun ini juga sudah bisa selesai. Harus selesai,” dengan nada tinggi.Dia juga meminta proyek-proyek pembangkit listrik yang ada di Kalbar segera diselesaikan. Paling membuat Presiden Geram adalah PLTU 2x50MW di lokasi yang sama. “Saya dengar PLTU ini sudah mangkrat 7-8 tahun. Sudah menghabiskan Rp1,5 triliun. Besar sekali dan belum ada manfaatnya untuk masyarakat Kalbar. Hal ini kan sangat sayang sekali,” kesal Jokowi.

Presiden pun meminta PLN untuk segera merampungkan proyek yang sudah dimulai sejak 2009 tersebut. Tidak mau berlama-lama, dia memberikan target paling lambat bulanDesember 2016, PLTU tersebut wajib selesai, dan beroperasi. Jokowi mengingatkan kepada para penanggungjawab proyek tersebut, bahwa dirinya akan terus memantau perkembangan proyek. Bahkan dia menyebut dirinya bisa datang sendiri bila terjadi kemoloran pengerjaan lagi.Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, bila dua proyek ini selesai pada tahun ini maka PLN akan mendapat tambahan daya listrik yang melimpah yaitu 200 MW. Hal tersebut, kata dia, akan memicu pertumbuhan industri di provinsi ini.

Industri yang meningkat, lanjut Jokowi, secara otomatis menimbulkan pertumbuhan ekonomi. Apalagi kata dia, dirinya kerap mendengar keluhan tentang kelistrikan dari masyarakat Kalbar.“Tidak hanya di Kalbar, saya mendengar keluhan listrik. Di provinsi lain juga. Pemerintah sedang mengejar program 35.000 MW di seluruh Indonesia,” katanya.Direktur Utama PLN Sofyan Basir menjelaskan, MPP 4x25MW yang dipercayakan pembangunannya kepada PLN Batam ini menggunakan tenaga gas berbahan bakar Liquefied Natural Gas (LNG) yang bersifat ramah lingkungan serta lebih efisien penggunaannya.

Nantinya akan memperkuat sistem kelistrikan khatulistiwa dan menambah daya mampu pasokan menjadi 425 mw, sementara beban puncak hingga akhir Desember 2016 diperkirakan sebesar 325 mw sehingga akan terdapat cadangan daya sebesar 100 mw atau sekitar 30 persen. “Ini akan menambah interkoneksi dengan SESCO (Malaysia),” ucapnya. Gubernur Kalbar Cornelis terharu dengan perhatian Jokowi terhadap Kalbar. Namun dia berharap pembangkit kali ini dapat benar-benar beroperasi. “Kalbar mendapat perhatian luar biasa dari Presiden.Sudah berulang kali ke sini. Semua menjadi perhatian dari jalan, jembatan, listrik dan lainnya,” katanya. “Namun masyarakat harapkan jangan hanya groundbreaking. Kita harapkan jadi,” kata dia.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden juga menyempatkan diri berkeliling memantau proyek pembangunan yang walaupun sedang ada seremoni, tetap berjalan normal. Usai meninjau proyek PLTU yang mankrak dan MPP yang baru dibangun, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan rombongan langsung bertolak ke Bandar Udara Supadio Pontianak untuk langsung bertolak ke Jakarta.Sebagai informasi, di Kalbar sendiri terdapat 6 Pembangunan PLTU, yaitu PLTU 1 Kalbar, Parit Baru (2x50MW); PLTU 2 Kalbar, Bengkayang (2×27,5 MW); PLTU 3 Kalbar,Bengkayang (2×55 MW), PLTU Sanggau (2x7MW); PLTU Sintang (2×7 MW), dan PLTU Ketapang (2×10 MW). Dari ke-enam PLTU tersebut, hanya PLTU Sanggau yang telah beroperasi. (radarlampung)