Sumsel Darurat Narkoba, BNN Surati Pemprov Bangun Pusat Rehabilitasi

Palembang,Surya Post

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Brigjen Pol Jhon Turman menilai saat ini Sumsel selain darurat narkoba, juga darurat panti rehabilitasi bagi pecandu narkoba. “Untuk mengatasi dan mengobati para pecandu narkoba, kita telah mengirim surat kepada pemerintah daerah setempat, baik tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi untuk dapat membangun pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba,” ujar Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman kepada SINDOnews, Senin (7/10/2019).Jhon Turman menilai, Sumsel sudah sangat membutuhkan rumah sakit khusus yang dapat menampung para pecandu narkoba untuk direhabilitasi, mengingat selama ini pengobatan pecandu narkoba di Sumsel masih bergantung pada wilayah lain yang sudah memiliki pusat rehabilitasi.

“Jumlah masyarakat yang kita kirim untuk menginap di Lido-Jawa Barat, Batam, Kalianda-Lampung itu ada 183 orang. Yang kita rawat jalan atau yang sudah datang ke kita itu ada 481 sampai saat ini. Masyarakat kita ini masih menganggap pengguna narkoba itu hal tabu, padahal kan harus diobati. Nah, Jika ada balai rehabilitasi, maka masyarakat bisa langsung datang ke tempat itu untuk berobat,” tambahnya.Berdasarkan peneilitan, kata Jhon, ada 1,7 persen atau sekitar 92 ribu dari total penduduk Sumsel yang produktif mengkonsumsi narkoba. Jumlah tersebut diprediksi terus meningkat.”Bagaimana mereka ini dapat kita rehabilitasi. Saya berharap kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD supaya kebutuhan rumah sakit maupun tempat rehabiltasi bagi ketergantungan narkotika mohon segera diwujudkan di Sumsel,” jelasnya.

Selama ini, kata Jhon, Rumah Sakit yang digunakan untuk merawat pecandu narkoba di Sumsel dinilai belum maksimal karena hanya tiga bulan perawatan. Namun dengan adanya rumah sakit khusus seperti di Provinsi lain, pasien pecandu narkoba dapat optimal mendapatkan perawatan dan sembuh.”Kalau rumah sakit disini, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) itu hanya merawat pasiennya 3 bulan maksimal. Terus rumah sakitkan hanya pakai BPJS yang bisa dirawat 3 bulan, kalau dia addict yang akut minimal itu 6 bulan, bisa juga 1 tahun12 baru dia betul-betul pulih,” katanya.

Diungkapkan Jhon, untuk tenaga medis dan konselor di Sumsel saat ini jumlahnya sudah cukup banyak, sehingga apabila nanti sudah ada pusat rehabilitasi, Sumsel dapat mengirim tenaga kesehatan itu ke Balai Pendidikan BNN di Lido Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani para pencandu narkoba.”Tiga strategi utama yang dilaksanakan BNN yaitu sosialiasi, pemberantasan dan rehabilitasi. Nah yang terakhir kita disini belum ada. Batam, bahkan tetangga kita Lampung sudah ada balai rehabilitasi khusus pencadu. Bali sekarang sedang membangun,” tandasnya.(SindoNews)