Tim Terpadu Muba Temukan  Mie Formalin Asal Palembang

Sekayu,Surya Post

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba bersama tim terpadu telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak),untuk mengadakan pemeriksaan  makanan dan minuman di pasar serta minimarket.Hal ini dilakukan sebagai mana tahun sebelum,secara rutin dilakukan  di Kecamatan Sekayu apa lagi akan menjelang Bulan Suci Ramadan 1439 Hijriah.Tim terpadu tersebut dari  Kepala Disdagperin, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Pertanian (DTPHP), Kapolres Muba, Satpol PP, Dinkes dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) langsung turun kelokasi meninjau meninjau pasar pagi Talang Jawa Kelurahan Serasan Jaya, Rabu (16/5).

Pada sidak tersebut terutama sasarannya makanan mengandung bahan kimia berbahaya serta kadaluarsa, tim telah telah menemukan mie formalin yang berasal dari Palembang. Sedangkan untuk jenis lain seperti tahu maupun makanan dan minuman expired atau kedaluarsa, tidak ditemukan.“Ya, hanya mie saja yang ada formalinnya. Ketika, sample diambil oleh tim Dinkes dan dicek dengan disaksikan langsung Kapolres, bahwa terbukti ada bahan kimianya,”Hal ini diungkapkan Kepala Disdagperin Muba, H Zainal ST MT dilokasi.

Selain itu dikatakan Zainal,ST.MT pada wartawan setempat di lapangan, sidak ini sendiri menindaklanjuti surat dari provinsi, sebab untuk pengawasan makanan dan minuman sendiri bukan wewenang kabupaten atau kota, melainkan ditangan provinsi. “Jadi hasil ini, kita laporkan keprovinsi sesuai UU Konsumen bahwa kewenangan ada di provinsi,” ujarnya.Menurut pengakuan Yus penjual mie yang mengendung berformalin, bahwa mie tersebut berasal dari Palembang, dia hanya membeli dan menjual lagi. “Biasanya sih, kalau mie atau tahu yang berformalin banyak dari Palembang,” akunya.

Selain itu dikatakan penjual Mei bahwa, dirinya tidak tahu sama sekali, kalau sudah terbukti sekarang ini atas sample yang dilakukan Dinkes.Dengan ada terbukti bahwa Mei tersebut mengandung bahan kimia, terpaksa saya tidak akan membeli lagi mie yang dijual oleh  orang Palembang, meskipun harga lebih murah. “Kami tidak tahu pak, kalau lah tahu tidak kami beli. Ini pun paling untung Rp 2000 ribu perkilonya,” katanya.

Ditempat yang sama, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti SE MM mengatakan, pihaknya merupakan bagian dari Satgas Pangan, maka dari itu dengan sidak ini bisa mengetahui harga sembako, daging, ayam dan makanan yang mengandung bahan kimia.“Tadi kita lihat ada temuan mie formalin, nah untuk saksinya kita laporkan ke Satgas Pangan. Yang jelas paling kita peringatkan melalui lisan, untuk tidak dijual serta kita sita,” pungkasnya.(Sp-net)