Tol Palembang-Inderalaya Yang Terus Dikebut Pengerjaannya

Inderalaya,Surya Post

Selain Kabupaten Banyuasin akan menjadi kabupaten penyangga,Kabupaten Ogan Ilir dalam waktu dekat akan menjadi sebagai kabupaten penyangga Ibukota Provinsi Sumsel Palembang juga .Hal ini diungkapkan oleh Wahyudi Marwan Wakil Ketua DPRD Ogan Ilir,selain itu diungkapkan politisi PDIP pada wartawan di ruang kerjanya, Jumat dini hari 14/7/2017.Menurutnya, bersamaan dengan pembangunan jalan tol trans Sumatera dan jalan tol Palembang-Inderalaya yang terus dikebut pengerjaannya.Saat ini saja sudah ada investor pengembang (developer) yang tertarik membangun perumahan di lingkungan jalur perlintasan tol yang bakal dilalui kendaraan nantinya.

Salah satu sebagai contoh bakal dibangun perumahan oleh developer,yakni di kawasan pintu tol Palindra Km 32 Jalintim Inderalaya-Kayuagung.”Beberapa waktu lalu, telah ada kesepakatan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Ilir (OI), dengan pihak pengembang yang rencananya akan membangun sebanyak 500 unit rumah di titik perlintasan tol Trans Sumatera kawasan Inderalaya yang nantinya bakal dilalui oleh kendaraan,” ujar Wakil Ketua.Selain itu juga dikatakan Wahyudi, nantinya secara tidak langsung akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten OI melalui sektor perpajakan seperti BPHTB dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Apa bila nantinya jalan tol sudah beroprasi nantinya akan meningkat drastis PAD apabila jalan tol telah beroperasi, khususnya di titik yang dilintasi oleh kendaraan melalui jalan tol trans sumatera, yakni di kawasan Pemulutan dan Inderalaya.”Menjadikan minat bagi investor yang hendak menanamkan modalnya di Kabupaten OI, seperti menyediakan sarana rumah toko, mal, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan aktivitas ekonomi bisnis,” jelas Wahyudi.Nantinya kata  Wakil Ketua DPRD OI, nantinya Kabupaten OI berpeluang meningkatkan PAD melalui sektor perpajakkan dengan pemanfaatan ibu kota penyanggah.

“Iya itu tadi, peningkatan PAD melalui sektor perpajakkan seperti BPHTB, maupun IMB serta sektor-sektor perpajakkan lainnya,” tambah Wahyudi.Ia mengakui, PAD Kabupaten OI saat ini, cenderung mengandalkan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas (Migas), itu pun jumlahnya tidak terlalu banyak.Karena, terjadinya pengurangan DBH berdasar aturan dari Pemerintah Pusat (PP).”Kita berharap, terjadinya peningkatan PAD Kabupaten OI melalui pemanfaatan kota penyanggah. Karena, pemanfaatan ibu kota penyanggah cukup berpotensi meningkatkan PAD ketimbang sektor Pariwisata,” harap Wakil Ketua DPRD OI Wahyudi Maruwan.(Sp-net)