Tuntut Damri Kurangi Armada, Puluhan Sopir Trevel Demo Pemkot

Prabumulih,Susya Post

Sekitar 80 orang massa yang merupakan para sopir trevel jurusan Prabumulih-Palembang, Selasa (15/5) sekitar pukul 08.00 WIB, menggelar aksi demo ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih. Pendemo menuntut agar Penjabat (Pj) Walikota Prabumulih menertiban angkutan PO Damri yang beroperasi.

Dalam orasinya, para sopir trevel yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Kota Prabumulih Bersatu ini menuntut agar Pemkot Prabumulih mengurangi armada PO Damri. Seperti diketahui jumlah PO Damri yang beroperasi mengambil penumpang ada 8 mobil, terdiri dari 4 mobil dari Prabumulih dan 4 mobil dari Palembang.

“Dengan banyaknya PO Damri jurusan Prabumulih-Palembang dan sebaliknya Palembang-Prabumulih yang beroperasi, pendapatan kami sopir trevel menurun draktis. Oleh karena itu kami minta pengurangan armada Bus Damri,” ujar Ahyar yang merupakan ketua koordinator aksi.
Ahyar menjelaskan, pihaknya meminta agar 8 PO Damri yang beroperasi dikurangi sebanyak 5 armada, sehingga hanya 3 saja yang beroperasi mencari dan mengangkut penumpang. Selain itu untuk tarif penumpang Damri yang selama ini hanya Rp 20 ribu, agar kiranya dinaikan menjadi Rp 30 ribu.

“Kami minta hanya 3 bus Damri saja yang beroperasi, dan tarif ongkosnya pun harus dinaikan jadi Rp 30 ribu tujuan Prabumulih-Palembang ataupun sebaliknya. Saat ini dengan adanya keberadaan bus Damri penumpang, yang naik trevel turun drastis. Kondisi ini membuat kami para sopir trevel, mengalami kesulitan dalam segi pendapatan,” ungkapnya.Usai melakukan orasinya para pendemo akhirnya diterima oleh Penjabat Walikota Prabumulih H Richard Cahyadi AP. Dihadapan para pendemo Richard mengatakan, apa yang jadi tuntutan dan keluhan para sopir trevel akan ditindaklanjuti.

“Kalau untuk jadi 3 armada bus Damri, sepertinya tidak bisa kita penuhi. Sebab, kebutuhannya masyarakat Prabumulih menggunakan pelayanan Damri sangat banyak. Kalau sepakat bagaimana kalau 4 bus Damri yang beroperasi saja, 2 dari Prabumulih dan 2 dari Palembang,” tegas Richard.
Sikap dan langkah tegas Penjabat Walikota yang mengambil keputusan hanya 4 bus Damri yang beroperasi itu, langsung diaminkan para pendemo. Para pendemo sepakat dan setuju, hanya 4 bus saja yang beroperasi mencari penumpang. Usai menemukan kata sepakat, akhirnya para pendemo membubarkan diri dengan tertib.

Terpisah Kadishub Pemkot Prabumulih, Mulyadi Musa menambahkan, Pemkot Prabumulih melalui Pj Walikota sepakat hanya 4 bus yang beroperasi. Untuk mengenai tarif Damri agar dinaikan yang jadi tuntutan pendemo, belum bisa dikabulkan. “Pak Walikota setuju 4 bus yang beroperasi. Mengenai tarif belum bisa, karena sudah ada ketentuannya. Demo juga berjalan aman dan tertib, karena mendapatkan pengawalan dari Polres Prabumulih,” pungkasnya. (Palpres)