Uang Saku Sebesar Rp.150 Ribu,Dipotong Oleh Panitia

Muaradua,Surya Post

Kegiatan pertemuan dan Sosialisasi sekaligus Advokaasi Program Indonesia Sehat (PIS),dengan tujuan Pendekatan Keluarga (PK) dihelat Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Selatan.Acara tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai desa dari 19 Kecamatan di OKU Selatan, dimana setiap peserta hadir dalam didaftar hadir memproleh uang saku senilai Rp150 ribu,yang berlangsung di Gedung Agmaratezha OKU Selatan.Setalah acara tersebut selesai semua peserta menerima uang saku sebesar Rp.150 ribu,namun dalam kenyataan yang diterima oleh peserta uang saku tersebut dalam amplop tertutu hanya Rp120 ribu.

Hal ini diungkapkan salah seorang peserta yang mengikuti acara tersebut ialah Bidan berinisial Y, mengaku heran dengan jumlah uang saku yang diterimanya dalam acara dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes).dengan yang tertera di daftar hadir dan tanda tangan.Dalam hal ini Y mempunyai pendapat bahwa tidak cukupnya jumlah uang saku tersebut,diduga  adalah pungli yang dilakukan oleh oknum panitia pelaksana kegiatan dari Dinas Kesehatan, dengan nilai Rp 30 ribu dipotong dari setiap peserta. Sehingga peserta hanya menerima uang saku sebesar Rp120 ribu. “Kami heran karena uang transportasi yang ditulis di daftar terima Rp 150 ribu, tetap begitu sampai di rumah dibuka amplop hanya Rp 120 ribu, tak sesuai dengan tertera di daftar tanda tangan,” ungkapnya Kamis (18/10).

Selain itu juga dikatakannya bahwa dia menyayangkan, pemotongan dana peserta oleh oknum panitia tanpa ada pemberitahuan langsung. “Kalau memang ada pemotongan semestinya ada penjelasan dari pihak panitia pelaksana ke kami, agar tidak di katakan dugaan pungli,” tambahnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKU Selatan Drs. Herman Azedi, SKM, MM mengatakan, setelah melakukan pengecekan terkait hal tersebut memang benar ada uang transport untuk peserta yang hadir.“Begitu dilakukan kroscek ternyata sebenarnya berdasarkan Standar Biaya Umum (SBU) uang transportasi Rp.120 ribu, tapi dituliskan didaftar terima Rp 150 ribu ikut tahun lalu,” katanya.

Dikatakannya, menurut informasi tahun ini ada pengurangan SBU sehingga uang transfort diterima peserta hanya Rp120 ribu. Untuk menyelesaikan kesalahan administrasi, dirinya langsung memerintahkan panitia memperbaiki administrasi meminta tanda tangan ulang.“Hanya kesalahan dalam mencetak daftar terimanya saja, dan ini pihak bertanggungjawab sudah saya perintahkan merubah jumlah uang dan untuk mendatangi peserta,” ucapnya. (Red-Net)