Untuk Menekan Angka Penduduk Harus Dilakukan Grand Design

Photo:Sumatradaetlane

Sekayu,Surya Post

Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi,atas nama Bupati Musi Banyuasin, telah membuka sosialisasi grand design pembangunan kependudukan (GDPK) 2015-2035, di Aula Wisma Atlet Sekayu, Selasa (8/10/2019).Pada kesempatan tersebut Sekda Apriyadi  mengatakan, untuk menekan angka penduduk memang harus dilakukan grand design agar pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan.“Masalah ini tidak bisa ditangani oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Muba saja, namun harus didukung semua komponen juga diiringi dengan komitmen, program serta konsep dan strategi”.

Untuk itu lanjut sekda,untuk  meningkat  pertumbuhan penduduk, berkaitan langsung dengan turut meningkat angka kemiskinan, untuk itu harus diciptakan generasi penduduk yang berkualitas.“Semoga generasi kita mendatang yang kreatif dan memiliki keterampilan, mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan tidak sebagai penyumbang terbanyak angka kemiskinan,” imbuhnya.Pada kesempatan tersebut Kepala DPPKB Muba Drs Syafaruddin,mengatakan sosialisasi tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2003 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.

Dalam hal ini pemerintah sangat perlu membuat grand design pembangunn kependudukan khususnya di Kabupaten Muba,yang mana grand design pembangunan kependudukan terdiri dari lima aspek yakni, grand design pengendalian jumlah penduduk, grand design peningkatan kualitas penduduk, grand design pengarahan mobilitas penduduk, grand design pembangunan keluarga yang berkualitas, dan grand design pembangunn data base kependudukan yang komprehensif dan terkoneksi dengan baik.

“Tujuan dari grand design pembangunan kependudukan ini yaitu untuk memberikan arah kebijakan bagi perencanaan dan pelaksanaan program yang tepat sehingga menjadi roadmap sebagai pedoman pemerintah daerah dan perencanaan program pembangunan yang orientasi kependudukan yang menciptakan keluarga berkualitas, yaitu kualitas pendapatan keluarga tercukupi, kualitas mampu pembiayaan pendidikan, keluarga yang mampu menjaga dan menciptakan kesehatan keluarga, serta bisa bersosial kemasyarakatan yang baik dalam lingkungannya,” tutur Syafaruddin.Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi ini berjumlah 50 orang dari perangkat daerah dan kecamatan dalam Kabupaten Muba, dengan narasumber dari BKKBN RI Taruna Rosevel SH MHum, dan BKKBN Perwakilan Provinsi Sumsel Drs Doni Saputra MKes.(SP-Net)