Warga buka 30 hektar lahan terlantar 

Muara rupit,Surya Post

Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan swasembada pangan masyarakat Desa Embacang Baru, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) membuka lahan terlantar untuk dijadikan persawahan.Lahan persawahan tersebut mulai dibuka sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini yang telah mencapai 30 Hektar guna meningkatkan perekonomian dan sembada pangan.Badri (35) warga setempat mengatakan lahan tersebut selama ini tidak dimanfaatkan dan dibiarkan oleh masyarakat terlantar sudah 30 tahun silam. “Melihat dukungan dari pemerintah daerah untuk memajukan pertanian dibidang pangan maka masyarakat semangat kembali membuka lahan persawahan,” jelasnya.Dilanjutkanya, dari luas lahan yang ada sudah menghasilkan dan ditanam lebih kurang 10 Hektar dan masih dalam pengerjaan pembukaan lahan sekitar 20 hektar.

“Dengan semangat para petani dan program pemerintah. Kami harapkan warga desa Embacang Baru juga mendapatkan perhatian,” harapnya.Ditambahkanya, petani padi sawah desa Embacang Baru berharap kepada pemerintah ataupun instansi terkait, jika ada bantuan yang berkaitan pada petani padi sawah untuk masyarakat kami siap menampung, karena masih banyak diantara kami yang berminat namun terkendala  pada modal.Sementara Kepala Desa Embacang Baru, Kecamatan Karang Jaya, Irwansyah mengatakan, pihak nya membenarkan adanya pembukaan lahan terlantar oleh masyarakat. Lahan tersebut milik masyarakat Embacang Baru.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari pihak pemerintah, namun saya akan berusaha agar masyarakat yang ikut membuka lahan tidur agar dapat dibantu dalam pengembangan bercocok tanam padi sawah, mungkin berupa bibit padi ataupun alat pertanian,”ungkapnya.Lanjutnya, dengan adanya pembukaan lahan tersebut ia berharap agar dapat meningkatkan perekonomian pada  masyarakat khususnya masyarakat desa Embacang Baru.Sedangkan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Muratara Suhardiman mengatakan bahwa pihaknya telah mengetahui hal tersebut. Dimana laporan yang dia terima juga 30 Ha.“Dari laporan yang diterima 30 Ha namun belum semuanya digarap. Sebab masih dalam peroses pembukaan lahan,” jelas ia.

Dilanjutkanya, pihaknya juga akan meninjau kelokasi melihat laporan warga tersebut. “Nanti akan kita tinjau ke lapangan. Apakah ada airnya atau tidak. Sebab laporan warga sumber airnya manfaatkan dari sungai Ogan,” jelas ia.Disinggung mengenai alat pertanian, pihaknya katakan bahwa telah ada bantuan Alsinta yang diberikan ke kelompok tani Embacang Baru. “Mengenai alat di Embacang Baru sudah ada bantuan di salurkan. Tetapi jika memang kurang alat maka koordinasi dengan Dinas pertanian,” jelasnya.Untuk itu, dirinya terus menghimbau pada masyarakat lainnya agar membuka lahan-lahan terlantar. Karena hampir setiap desa mempunyai lahan persawahan.(Palpres)