Warga Talang Buluh Tolak Masuk Palembang

Banyuasin,Surya Post

Semangat warga Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa untuk terus memperjuangkan desanya agar tetap masuk wilayah Kabupaten Banyuasin, sepertinya tak akan kendor sedikitpun. Mereka terus bergerak, kali ini menggelar pertemuan bersama ratusan warga sebagai bentuk penolakan Desa Talang Buluh masuk wilayah Kota Palembang.“Warga telah menanda tangani dan cap jempol sepakat menyatakan menolak masuk Kota Palembang. Suratnya segera akan dikirim ke Pemprov Sumsel dan Kemendagri RI untuk ditindak lanjuti,”ujar Sukanto Kepala Desa Talang Buluh, Minggu (16/9).

Sukanto menyayangkan dengan sikap Pemkab Banyuasin yang dinilai tidak aspiratif dan hanya sepihak. Sehingga terkesan hanya mementingkan dari sisi pendapatan daerah saja, dan mengenyampingkan kesejahteraan masyarakat Talang Buluh.Padahal, menurut dia, Desa Talang Buluh berdiri dimekarkan dari Keluruhan Sukajadi pada tahun 2004 lalu dan diakui oleh Pemkab Banyuasin. Hal itu dibuktikan, dengan masyarakat dilibatkan dalam pemilihan Bupati Banyuasin.

“Kami bukan anti pemerintahan karena tidak mau menerima keputusan itu. Tapi kenyataannya demikian, seharusnya Tegal Benangun masuk Kota Palembang, dan Talang Buluh masuk wilayah Banyuasin,” tegasnyaDia juga menyesalkan pernyataan Plh Sekda Dr Senen Har, yang menyebut suka tidak suka dan mau tidak mau Desa Talang Buluh masuk Kota Palembang. “Saya sesalkan statement Plh Sekda yang dilontarkan ke media massa saat diruang rapat DPRD Banyuasin, beberapa waktu lalu,”bebernya.

Pihaknya meminta masyarakat tetap kondusif dan menjalankan aktivitas sehari seperti biasa, agar jangan terpancing dan terprovokasi dengan isu SARA yang berkembang saat ini terkait pembangunan Pusdiklat di Talang Buluh.“Bukannya kita tidak mau demo masalah konflik tapal batas wilayah, kita ingin selesaikan dengan cara yang santun, elegan dan terhormat,”terangnya.Senada juga disampaikan Cek Ola, Tokoh Masyarakat setempat meminta kepada Pemkab Banyuasin untuk memperjuangkan Desa Talang Buluh agar tetap masuk wilayah Banyuasin, bukan hanya merelakan dicaplok Kota Palembang.

“Sekali Banyuasin tetap Banyuasin, kami tidak akan berubah dan mau masuk Kota Palembang. Apapun usahanya kami akan terus bergerak, supaya desa ini tidak masuk Kota Palembang,”katanya.Cek Ola mengatakan, mestinya Plh Sekda Banyuasin Dr Senen Har tidak memberikan pernyataan sikap demikian di media massa jika Desa Talang Buluh masuk wilayah Kota Palembang. “Pernyataan ini sama saja melukai hati kami. Karena jelas mereka tidak semudah itu menyerahkan ke Kota Palembang,”ungkapnya.

Sebelumnya, Plh Sekda Banyuasin Dr Senen Har menyampaikan peta tapal batas wilayah Banyuasin dengan Kota Palembang sesuai dengan PP No 23 Tahun 1988 bahwa Tegal Banangun masuk wilayah Banyuasin, sedangkan Talang Buluh masuk Kota Palembang terhitung sejak 30 Mei 2018. “Suka tidak suka dan mau tidak mau, Talang Buluh masuk wilayah Kota Palembang,”katanya.(Palpres)