Warga Temukan Minyak Mentah Saat Menggali Sumur

Muaradua,Surya Post

Salah satu sumur milik warga Desa Negeri Cahaya,dalam wilayah Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) Kabupaten OKU Selatan.Telah dicemari munculnya minyak mentak mendah dari dalam sumur, Dikhawatirkan munculnya minyak mentah tersebut berdampak pada perncemaran yang disebabkan oleh uap minyak itu.Dengan adanya peritiwa tersebut dari  Dinas Lingkungan Hidup (DLH),telah merencanakan akan teliti minyak mentah yang keluar dari sumur salah seorang warga Desa Desa Negeri Cahaya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas lingkungan Hidup (DLH) Yani Muskita SP, melalui Kabid Pengendalian Pencemaran M.A.A Jumaidi, mengenai tindak lanjut penelitian minyak tersebut yang masih menunggu koordinasi dari pihak Provinsi.”Kita masih menunggu koordinasi dari pihak yang berkewenangan dan jika terdapat laporan terkait pencemaran lingkungan maka akan segera kita tindak lanjuti,” katanya.Selain itu dikatakannya, saat ini pihaknya menunggu informasi dari BPBD dan juga UPTD Pertambangan Provinsi mengenai tindak lanjut penemuan minyak mentah di sumur warga yang berada di Desa Negeri Cahya tersebut,” ungkapnya.

Sumur yang diketahui warga sejak beberapa bulan lalu diketahui oleh salah seorang warga Mahrom (53) yang diketahui mengandung minyak mentah.Diketahui, ditemukannya minyak mentah tersebut yakni ketika tetangga rumahnya Nurhayati (35) sedang membuat sumur baru, pada kedalaman sekitar 5 meter tercium bau aroma minyak, namun sehari kemudian justru sumur milik Mahrom lah yang berubah warna dan airnya bercampur kandungan minyak.Sementara itu Kepala Desa Setempat Hendra (39) Mengatakan,dengan ditemukan minyak mentah yang keluar dari dalam sumur oleh warga sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah. Walau dari pihak kepolisian dan BPBD sudah pernah meninjau ke lokasi,

“Kami ingin kejelasan mengenai kandungan yang ada di sumur warga tersebut, apakah mengandung bahan etanol atau yang lainnya, dan tindak lanjut dari pemerintah, karena minyak mentah ini sudah beberapa bulan di temukan, jika tidak, di khawatirkan menimbulkan dampak yang membahayakan maka akan dilakukan penimbunan, terangnya.”(Sp-net)