Waspada Nelayan Asing, Sumsel Butuh Pangkalan Besar PSDKP

Banyuasin,Sumeks

Masih adanya Nelayan yang menggunakan Pukat Troll membuat ribuan Nelayan tradisional resah akan hasil tangkapan dan habitat ikan akan semakin berkurang.Hal itu disampaikan, Camat Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, Salinan. Bahwa telah banyak laporan dari para Nelayan tradisional, ketika pada saat mereka melaut masih ada Nelayan yang menggunakan Pukat Troll yang dapat merusak habitat ikan di Perairan Banyuasin.Selain itu, Nelayan tradisional turut serta memberikan informasi kepada pihak pemerintah jika ada Nelayan Asing yang masuk ke perairan Laut Banyuasin.

” Sejauh ini, pengawasan pihak PSDKP Palembang aktif bahkan pembinaan kepada Nelayan. Tapi masih ada Laporan dari Nelayan Tradisional ada nelayan yang Bandel masih gunakan Troll. Kalau laporan nelayan Asing tidak ada dari Nelayan”, ungkapnya, kemarin.Saat ini juga, kondisi perairan di wilayah Kabupaten Banyuasin sangatlah besar, dan potensi sumber days alam yang ada di laut nya sangatlah besar yang merupakan lokasi habitatnya ikan, udang dan bahkan Ikan Lumba-lumba.Oleh karna itu, pengawasan yang lebih kuat serta penegakan hukum laut yang harus tegas sangatlah penting. Karna wilayah Laut dan perairan Provinsi Sumatera Selatan ini besar. Apalagi wilayah perairan Banyuasin yang masuk ke wilayah Selat Bangka.

Maka sangatlah penting jika adanya Pangkalan Besar PSDKP yang memiliki personil dan kapal pengawas yang banyak agar dapat mengawasi laut dari Nelayan Asing dan Nelayan yang menggunakan Troll.Untuk diketahui, saat ini di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, dari data belum ada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan PSDKP. Namun baru berdiri Kantor Satwas PSDKP Palembang, yang wilayah kerjanya mencakup seluruh wilayah perairan Propinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kordinator PSDKP Palembang, Maputra Prasetyo S. St  PI. menyampaikan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan pengawasan bahkan pembinaan kepada para Nelayan yang ada di Sumatera Selatan agar tidak menggunakan Put Troll. Selain itu juga pengawasan rutin terus dilakukan.” Kita bina Nelayan agar tidak gunakan Troll, tindakan tegas akan kita lakukan pastinya. Saat ini kita masih kantor Satwas, PSDKP Palembang.” Singkatnya beberapa waktu lalu.(ktr1)