1 Mei Angkutan Batubara Tidak Akan Melintas Dijalan Umum

Palembang, Surya Post.

Mulai per 1 Mei mendatang seluruh angkutan batubara stop dan dilarang untuk melintas di jalan umum. Hal tersebut Sesuai

dengan kesepakatan yang sudah dibuat antara pengusaha batubara, Dinas Perhubungan (Dishub),  dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel.

Bahkan, Komisi IV DPRD Sumsel akan bertindak tegas dengan menutup jalan dan tidak akan memperbolehkan angkutan batubara melintas di jalan umum.

“Mulai 1 Mei mendatang, kita akan menutup jalan bagi angkutan batubara, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat beberapa waktu lalu dan batas waktu yang telah diberikan. Karena kasihan dengan masyarakat yang menggunakan jalan umum,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Yulius Maulana, kemarin (28/4).

Diterangkannya, banyak kerugian yang ditimbulkan angkutan batubara, bukan hanya dari segi materi saja melainkan dari segi mental dan psikologis masyarakat.

“Karena sekarang ini tidak bisa lagi diprediksi jarak tempuh ke daerah-daerah. Angkutan batubara menimbulkan kemacetan. Lihat saja kalau mau ke Lahat, setiap ada jembatan dan persimpangan pasti macet oleh angkutan batubara itu,” terangnya.

Untuk teknis penyetopan angkutan batubara itu, jelas politisi dari PDI Perjuangan ini, pihak Komisi IV DPRD Sumsel akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan Polda Sumsel serta Dishub Provinsi Sumsel.

“Kalau untuk teknisnya akan kita bicarakan lagi dengan kepolisian. Yang jelas bentuknya razia, dan kita minta angkutan batubara itu ditangkap. Bila perlu Komisi IV akan turun langsung ke lapangan untuk menindaknya,” jelasnya.

Menurut Yulius, tindakan tegas itu memang sudah harus dilakukan, karena masalah tersebut sudah terjadi sejak 2013 lalu. Bahkan himbauan juga sudah disampaikan.

“Kalau mau mengangkut batubara harus lewat jalan khusus. Jalan PT EFI dan PT Titan sudah bisa dilewati. Kalau jalan PT EFI  tinggal pengaturan lewatnya saja,” ungkapnya.

Dibeberkannya, masalah angkutan batubara ini bukan hanya dari anggota dewan saja, melainkan tuntuan dari mahasiswa dan masyarakat juga.

“Jadi masalah angkutan batubara ini musuh masyarakat karena memang sudah sangat meresahkan. Kalau tindakan pelarangan dan penindakan itu untuk sementara baru angkutan batubara dulu, karena kalau melintas setiap harinya mencapai ribuan,” tandasnya.(jn/net)




Tinggalkan Balasan