100.000 Orang Meninggal karena Virus Corona, 70 Persen Ada di Eropa

Paris,Surya Post

Penduduk yang meninggal akibat wabah virus corona di seluruh dunia kini sudah mencapai 100.000 jiwa. Sejarah yang suram ini menjadikan dunia menghadapi ancaman resesi ekonomi terburuk sejak Depresi Hebat 1930, berdasarkan pernyataan IMF.Menurut data yang dihimpun AFP per Jumat (10/4/2020) malam, lebih dari 1,6 juta orang telah terinfeksi Covid-19 secara global. Dari jumlah itu, 100.859 orang di antaranya meninggal dunia. Hampir 70 persen dari kasus kematian akibat virus corona itu berada di Eropa. Jumlah Pasien Infeksi Corona di AS Kini Tembus Setengah Juta Jiwa

Amerika Serikat, yang sekarang menjadi pusat pandemi, mencatatkan total 502.876 kasus infeksi corona per hari ini. Sementara, jumlah kematian akibat wabah itu di negeri Paman Sam telah mencapai 18.747 jiwa, hampir menyalip Italia yang saat ini berada di urutan teratas negara dengan kematian terbanyak dunia yaitu 18.849 jiwa.Presiden AS Donald Trump mengklaim, pergerakan kurva jumlah kasus infeksi Covid-19 di negaranya kini telah mendekati puncak. Jika jaga jarak fisik (physical distancing) terus diterapkan masyarakat dengan baik, dia yakin Amerika bisa membuka kembali kegiatan perekonomian mereka secepatnya.

“Tanpa diragukan lagi, itu akan menjadi keputusan terbesar yang pernah saya buat,” kata Trump dikutip AFP.Dia mengakui ada risiko meningkatnya korban jiwa jika perusahaan atau unit-unit bisnis yang ditutup di AS dibuka kembali terlalu cepat di tengah pandemi ini. “Tapi tahukah Anda? Tinggal di rumah saja juga bisa menyebabkan kematian,” katanya. Menurut Trump, ada biaya ekonomi yang sangat besar yang harus dikeluarkan bagi jutaan orang Amerika jika kegiatan ekonomi tidak dihidupkan sesegera mungkin.( iNews.id )