3 Bangunan Liar di Atas Tanah Pemprov Kembali Dieksekusi

Palembang, Surya Post.

Pengeksekusian terhadap 3 bangunan liar yang berada di atas lahan seluas 3400 meter persegi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel berlangsung lancar, mengingat bangunan liar yang berdiri tersebut sudah sekitar 8 bulan lalu telah dikosongkan.

 

Pengeksekusian lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat-rapat sebelumnya yang membahas pembersihan bangunan liar di atas lahan Pemprov Sumsel, demikian dikatakan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sumsel, Ikhwanudin.

“Menindaklanjuti untuk melaksanakan penertiban dan pembersihan bangunan liar yang berada di tanah-tanah Pemprov, tanah yang sudah bersertifikat. Luasan tanah saat ini sesuai sertifikat seluas 3400 meter persegi atan nama Pemprov Sumsel,” tegasnya saat eksekusi bangunan liar berlangsung, Selasa (19/5).

Dia menambahkan, sebelumnya diatas tanah seluas 3400 meter persegi tersebut dikuasai oleh masyarakat, atas nama saudara Aris John yang dimanfaatkan untuk warung makan dan bengkel. Namun, sudah beberapa bulan ini sudah tidak ada lagi. Meski demikian, sebelum melaksanakan eksekusi, pihaknya tetap memberikan surat peringatan dan sebagainya.

“Secara tahapan hukum harus kami taati. Kami sudah berikan peringatan, pemberitahuan dan lain-lain. Memang sudah. Beberapa bulan ada, sekitar 8 bulan ini sudah kosong,” ungkapnya.

Kasat Pol PP Sumsel, Riki Junaidi menegaskan, eksekusi bangunan yang saat ini dilakukan merupakan yang pertama dilakukan atas beberapa agenda eksekusi yang telah dijadwalkan oleh pihaknya.

“Ini pembongkaran yang pertama dari tiga lokasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, adapun 2 daerah selanjutnya yang akan dibongkar karena merupakan bangunan liar di atas lahan milik Pemprov Sumsel bersertifikat seperti Jakabaring dan di daerah Gandus.

“Yang akan kami eksekusi merupakan tanah Pemprov Sumsel, dan aset yang ditempati oleh orang yang tidak berhak,” paparnya.(jn/net)




Tinggalkan Balasan