4 Honorer Gagal Ini Tiba-tiba Lulus K1?

Baturaja, Surya Post.

Terkait tidak henti-hentinya protes yang berdatangan atas dugaan kecurangan yang terjadi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kini kebenaran kinerja dari institusi kepegawaian daerah tersebut dipertanyakan.

Kali ini, sejumlah tenaga honorer di kantor kecamatan Lengkiti mempertanyakan pengangkatan empat orang honorer di kantor Camat Lengkiti menjadi CPNS berdasarkan surat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara nomor FH/661/M-PAN-RB/05/2014.

Dalam surat tersebut dicantumkan empat orang nama yakni, Eka Ruspita Aini, Suryana, Ema Marleni dan Darsi Hilindra.

Menurut Herman Efendi (32) salah satu tenaga honorer kecamatan setempat, bahwa keempat honorer tersebut sebelumnya tidak lulus dalam seleksi tes K2 yang dilaksanakan pada tahun 2014 silam.

“Kami ada 13 orang termasuk empat orang tersebut, yang sama-sama menghonor sejak tahun 2003, dan menerima SK dari Bupati tahun 2005. Kami pernah dinyatakan lulus K1 pada tahun 2011 silam, namun karena ada Audit Tujuan Tertentu (ATT) kami dinyatakan gugur dan masuk dalam K2. Dan kami 13 orang dari Lengkiti ini sama-sama juga ikut tes K2 pada Maret 2013, dan kemudian sama-sama juga tidak lulus,” Ujar Herman petang tadi (12/5).

Setelah dinyatakan tidak lulus, mereka mendapat kabar jika ada penambahan kuota K1 dari BKD OKU sebanyak 12 orang.

Setelah dicek, empat orang temannya tersebut ternyata dinyatakan lulus tanpa ada penjelasan atas dasar apa mereka diluluskan.

“Yang berbeda dengan berkas kami cuma nama, tanggal lahir dan jenis kelamin, selain itu sama. Karena kami mengurusnya sama-sama, tetapi kenapa empat orang ini dinyatakan lulus, sedangkan kami tidak, atas pertimbangan apakah hal itu,” lanjut Herman.

Sementara itu, rekan honorer lainnya Erudin, permasalahan tersebut sebenarnya sudah pernah diadukan karena mereka keberatan atas keputusan tersebut.

Dan pengaduan tersebut pernah diperiksa langsung oleh Tim Analisis Pengembangan Karir Pegawai Kantor Regional VII BKN palembang atas nama Walter M Simarmata S,IP, MM.

Dalam pemeriksaannya, tim tersebut mengatakan, memang benar berkas keempat orang tersebut sama persis dengan berkas 9 orang lainnya yang dinyatakan tidak lulus.

Oleh karena itu, tim menyimpulkan empat orang yang tersebut lulus tidak dapat diterbitkan SK nya sebelum berkas 9 orang lainnya dianulir atau diluluskan juga oleh Menpan-RB.

“Nah sekarang SK keempat orang tersebut sudah diterbitkan, dan kami tetap tidak lulus, padahal sudah ada pemeriksaan. Untuk itu kami meminta penjelasan dan menganulir berkas kami untuk diluluskan juga sama halnya seperti empat orang tersebut. Karena kami merasa kalau hanya empat orang ini yang diluluskan sangat tidak adil dan tanpa dasar yang kuat,” pungkas Erudin.(jn/net)




Tinggalkan Balasan