527 Penyuluh Agama Islam Nonpns Tersebar Di 17 Kabupaten/ Kota.

Foto : Antara

Palembang ,Surya Post

Untuk mendapatkan penyuluhan agama yang berkualitas, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan menyeleksi penyuluh agama dari kabupaten dan kota di provinsi itu.Hal ini dikatakan oleh Kakanwil Kemenag Sumsel MH Alfajri Zabidi di Palembang, penyuluh agama merupakan salah satu ujung tombak Kementerian Agama, yang berhadapan langsung dengan masyarakat.Selain itu juga dikatakannya , mereka harus benar-benar memiliki wawasan, attitude, dan kualitas yang mumpuni.”Saya berharap melalui seleksi ini akan melahirkan penyuluh agama yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga pelayanan dapat berjalan optimal dan memuaskan,” katanya.

Untuk itu Kakanwil Kemenag Sumsel juga berpesan agar Kepala Kemenag kabupaten dan kota dapat melaksanakan seleksi dengan baik, sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Direktur Jenderal Bimas Islam.Alfajri Zabidi ia berharap nantinya, mampu melahirkan para penyuluh agama Islam non PNS yang benar-benar berkualitas dan sesuai harapan.Sementara Kepala Bidang Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag Sumsel  Evi Zurfiana menambahkan, pada seleksi kali ini pihaknya menerima sebanyak 527 penyuluh agama Islam nonPNS, yang tersebar di 17 kabupaten kota.Dari hasil rinciannya tenaga penyuluh agama tercatat, di Palembang sebanyak 27 orang, Ogan Ilir 20 orang, Ogan Komering Ilir 34 orang, Prabumulih 19 orang, Muara Enim 36 orang, Penungjal Abab Lematang Ilir 24 orang, Lahat 22 orang, Pagaralam 18 orang, Empat Lawang 41 orang.

Sedangkan tenaga tersebut untuk kabupaten  Ogan Komering Ulu (OKU) sebanyak 36 orang, Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)  81 orang, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) 38 orang, Banyuasin 65 orang, Musi Banyuasin lima orang, Lubuklinggau delapan orang, Musi Rawas 13 orang, dan Musi Rawas Utara 40 orang.Bagi tenaga penyuluh agama Islam nonPNS,untuk mengikuti seleksi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain berusia minimal 22 tahun dan maksimal 60 tahun, pendidikan diutamakan sarjana keagamaan atau sederajat, aktif dalam organisasi keagamaan atau kemasyarakatan.Dalam persiapan seleksi itu Kemenag Sumsel telah mendistribusikan soal ke 17 kabupaten kota.Bersamaan pendistribusian soal juga dilakukan penandatangan pakta integritas oleh Kepala Kemenag kabupaten dan kota se -Sumsel.(Sp-Net)