Foto : Sumeks

RSUD Dr HM Rabain Menutup Semua Pintu Masuk Ke Rumah Sakit

Muara Enim,Surya Post

Untuk menghindari penyebaran virus korona khusus dalam wilayah Kabupaten Mura Enim,Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr HM Rabain Muara Enim,telah meniadakan jam besuk pasien hingga dua bulan kedepan yang berlaku mulai, Rabu (18/4) hingga 29 Mei mendatang.Peraturan tersebut diterpkan oleh pihak manajemen dengan alasan memberlakukan kebijakan tersebut dalam upaya mengantisipasi, penyebaran virus covid-19 atau corona yang mulai mewabah di Indonesia. Berdasarkan pantauan, RSUD dr HM Rabain menutup semua pintu masuk ke rumah sakit termasuk dipintu Unit Gawat Darurat. Dipintu tersebut juga dijaga petugas yang hanya mengizinkan petugas medis dan penjaga pasien diperbolehkan masuk.

Sebelumnya pihak rumah sakit juga telah menempel pemberitahuan “Tidak Ada Jam Besuk Pasien” diseluruh pintu masuk. Namun adanya kebijakan tersebut membuat sejumlah keluarga pasien yang berdatangan ke rumah sakit pun dibuat dikecewa.Mereka mengaku baru mengetahui pihak RSUD dr HM Rabain tidak lagi menerima kunjungan besuk selama dua bulan kedepan. “Kami baru tahu pas tiba dirumah sakit, sempat menunggu lamo didepan pintu masuk, ternyato memang tidak dibolehkan masuk,”kata Nelly (33) salah seorang keluarga pasien yang datang dari Kecamatan Semende, Muara Enim.Nelly mengaku sangat kecewa dengan adanya kebijakan tersebut. Apalagi dirinya harus menempuh perjalan berjam-jam untuk mengunjungi keluarganya yang terbaring sakit di RSUD dr HM Rabain. “Sekitar 4 jam perjalan dari Semendo, kecewalah kami,”ujarnya.

Meski begitu, Nelly mengetahui saat ini beberapa daerah di Indonesia sedang dalam kewaspadaan akan pendemi virus corona. “Tahu virus corona dari nonton telivisi, tapi kalau rumah sakit tidak ada jam besuk baru tahu karena memang tidak ada sosialisasi sebelum-sebelumnya,”tuturnya.Sementara, Direktur Rumah Sakit HM Rabain dr H Hendri Yatno SpM dikonfirmasi membenarkan pihaknya kini telah meniadakan jam besuk pasien selama dua bulan kedepan atau sampai 29 Mei nanti. Kebijakan tersebut menurutnya terpaksa ditempuh dalam upaya mengurangi kontaminasi atau penyebaran virus corona.“Dalam hal ini kita tidak mau terlambat, jangan nanti kalau suda muncul out break baru kita mau bertindak. Namun mudah-mudahan kasus out break tidak terjadi di Kabupaten Muaraenim,”ucap dr Hendri.

Adapun tata tertib/peraturan baru tersebut yakni pengunjung sasien tidak diperbolehkan masuk ke area rawat inap (jam kunjungan di tiadakan). Selain itu, penunggu pasien cukup satu orang.Kemudian penunggu pasien akan diberikan kartu tunggu dan sebelum masuk area rumah sakit terlebih dahulu dilakukan pengukuran suhu badan oleh petugas keamanan.“Sementara penunggu pasien yang mengalami demam dan batuk tidak diperbolehkan masuk ke area rawat inap. Tata tertib ini berlaku sampai dengan waktu yang akan di tetapkan kemudian,”jelasnya.

dr Hendri mengatakan, selain mengeluarkan tata tertib tiadakan jam besuk, pihaknya juga akan rutin untuk melakukan penyemprotan cairan anti septik di setiap pasilitas umum yang sering di pegang oleh para pengunjung tepatnya yang berada di area ruangan Rumah Sakit dr HM Rabain. “Seperti handle pintu, kayu dan besi untuk pegangan tangan pejalan kaki dan lain lainnya,”ujarnya.Sedangkan mengenai antipasi adanya pasien suspect atau positif corona, pihak dr HM RSUD Rabain telah menyediakan sebanyak 3 unit ruang isolasi. Jika kemudian pasien bertambah, maka dibangun ruang isolasi alternatif menggunakan tenda di halaman depan RSUD dr HM Rabain.Pastinya kita meyakini karena semakin cepat dan tanggap kita melakukan penanggulangan maka itu semakin baik,dan mengurangi penularan bagi masyarakat sekitar rumah sakit,”pungkasnya.(Sp-Net)