Ajang Porprov di Lubuk Linggau Dituding Melenceng Dari Tujuan Semula

PALI, Surya Post.

Salah satu tokoh pemuda asal Kabupaten Pali Indra Setia Haris menilai Pelaksanaan pesta pekan olah raga provinsi Sumatera Selatan (Porprov Sumsel) ke X yang digelar

di Kota Lubuk Linggau yang digadang-gadang mampu memberikan manfaat dalam pembinaan atlet dituding sudah melenceng dari tujuan semula.

Indra mengaku kecewa lantaran 60% peraih medali di ajang Porprov bukan warga Sumsel asli, Melainkan didatangkan dari luar daerah Sumsel seperti pulau Jawa.

“Seluruh venue sudah kami datangi, bila melihat atlet-atlet peraih medali ternyata bukan warga sumsel. Terlihat dari cara bicara dan pergaulan mereka dengan sesama atlet. Sangat kentara sekali, antar atlet satu daerah justru cuek dan ekslusif, ini bukti mereka atlet luar, apalagi dialok yang mereka gunakan” duga Indra, yang mengaku kecewa dan memutuskan pulang ke PALI, Kamis (28/5/2015).

Menurut Indra, seharusnya Pemerintah Kabupaten dan Kota jangan cuma berambisi juara saja. Akan tatapi lebih ke pembinaan prestasi atlit lokal, itu justru lebih penting, kritiknya.

Kalau pemerintah daerah serius, lanjut Indra lagi, yang dikirim adalah atlit asli daerahnya, sehingga anggaran APBD yang digunakan untuk kegiatan olah raga tersebut betul-betul dinikmati masyarakat Sumsel. “Kalau mengandalkan atlet luar, sampai kapan Sumsel maju. Pak Alex Noerdin menggelar acara seperti ini untuk mencari bibit atlit Sumsel, bukan menghamburkan uang seperti ini” cetusnya.

Indra mengakui adanya proses verifikasi KTP atlit dalam ajang tersebut, namun dirinya meragukan efektifitas hal itu. “Saya minta Pak Alex Noerdin, selaku Gubernur dan tokoh olah raga Nasional agar melakukan revolusi total terhadap olah raga di Sumsel. Kalau begini bisa hancur dunia olahraga kita” pintanya.

Menurut Indra, salah satu bukti ketidakseriusan pemkab dan Pemkot di Sumsel, bisa dilihat dari pegelaran pekan olah raga Kabupaten (Porkab). Di Sumsel hanya Palembang dan PALI saja yang berani menggelarnya. “Cuma Palembang dan PALI saja yang menggelar Porkab atau Porkot, sebagai ajang penjaringan atlet tingkat daerah. Pemkab/pemkot lainnya lebih memilih menggunakan dananya untuk membeli atlet dari luar demi ambisi gelar. Ini jelas tidak benar. Yang rugi Sumsel sendiri. Percuma Alex Noerdin berambisi Go Internasional, kalau Pemkab dan Pemkotnya tidak mendukung” jelas Indra yang juga merupakan ketua bidang humas Koni Kabupaten PALI.

Indra berharap, dalam ajang Porprov di Muara Enim mendatang, Koni Sumsel harus mewajibkan pesertanya memiliki Akte Kelahiran Sumsel dengan orang tua ber KTP Sumsel. “Bila perlu dibentuk tim verifikasi yang mendatangi rumah atlit. Biar dipastikan atlit tersebut asli Sumsel” tandas Indra. (jn/net)




Tinggalkan Balasan