Anggota DPR Apresiasi Penemuan Bahan Bakar Nabati Kelapa Sawit

Jakarta ,Surya Post

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengapresiasi prestasi tim inovator Katalis Merah Putih dari Pertamina-ITB yang menemukan formula penghasil bahan bakar nabati D100, yang bahan bakunya 100 persen berasal dari minyak kelapa sawit.Mulyanto dalam rilis di Jakarta, Senin, menyatakan program biofuel B30 sampai D100 yang dikembangkan pemerintah tersebut harus mendorong kesejahteraan petani sawit. “Jangan sampai petani hanya menjadi penonton, yang tidak terlibat hajat di sekitar rumahnya,” tegas politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.Apalagi, lanjutnya, ketika harga keekonomian biofuel ini belum tercapai dan pemerintah menggelontorkan subsidi yang merogoh kocek dari APBN.

Mulyanto mengemukakan bahwa subsidi negara harus dinikmati oleh petani kecil serta jangan sampai kemudahan hanya kepada kalangan pengusaha besar. “Untuk itu pemerintah harus memastikan bahwa suplai bahan baku untuk program B30 hingga D100 harus juga berasal dari petani swadaya, yang saat ini masih belum tersentuh kebijakan pemerintah tersebut,” ujar Mulyanto.Bila ini dilakukan, lanjutnya, maka para petani sawit akan ikut diuntungkan, termasuk juga ikut tertolong di saat dana subsidi energi digulirkan dalam sektor ini.Pemerintah menggulirkan subsidi dari APBN untuk industri biodiesel (B30) melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp2,78 triliun.

Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan di sidang tahunan MPR, DPR dan DPR di Jakarta pada 14 Agustus 2020 menyatakan pemerintah sedang melakukan upaya besar untuk membangun kemandirian ekonomi Indonesia, termasuk membangun kemandirian energi.Menurut dia, BUMN migas Indonesia, Pertamina, yang sudah bekerja sama dengan para peneliti, telah berhasil menciptakan katalis untuk pembuatan D100.”Yaitu bahan bakar diesel yang 100 persen dibuat dari minyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di dua kilang kita. Ini akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20 ribu barel per hari,” katanya. (Antara) –