Baca Dulu, Ini Kriteria Orang yang tidak Boleh Diberi Vaksin Covid-19 Menurut Dinas Kesehatan OKI

Kayuagung,Surya Post

Vaksin memiliki manfaat cukup besar, yaitu dapat memberikan pertahanan dan perlindungan dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya.Seperti halnya vaksin Corona virus disease 2019 (Covid-19), merupakan zat atau senyawa yang berfungsi untuk menghasilkan antibodi yang berperan meningkatkan daya tahan tubuh.Secara serentak vaksinasi diberikan kepada seluruh masyarakat mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.Terkhusus di Kabupaten Ogan Komering Ilir sendiri Dinas kesehatan telah mendata 473.370 orang penduduk yang harus mendapatkan vaksinasi.”Seluruh masyarakat yang didata tersebut rentan tertular Covid-19, yakni berusia di atas 18 tahun dan di bawah usia 60 tahun,” ujar Muhammad Arifin Muslim, Kasi Survelan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten OKI.

Berdasarkan petunjuk teknis (juknis) resmi dari Kementerian Kesehatan RI tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19, terdapat sejumlah kelompok penyakit yang tidak boleh divaksin.”Vaksinasi tidak diberikan bagi yang memiliki riwayat terkonfirmasi Covid-19, wanita hamil dan menyusui, usia di bawah 18 tahun, menerima terapi jangka panjang untuk penyakit kelainan darah,””Penderita penyakit jantung, autoimun, gagal ginjal, reumatik autoimun, saluran pencernaan kronis, hipertiroid, kanker, serta defisiensi imun,” jelasnya.Selain itu juga, yang tidak bisa divaksin bagi yang mempunyai gejala ISPA (batuk, pilek, sesak napas) tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi.”Kemudian untuk penderita penyakit diabetes militus, HIV, penyakit paru, penyakit epilepsi atau syaraf,” ungkapnya, terdapat beberapa kriteria yang tidak masuk daftar penerima vaksinasi.

Sedangkan bagi yang memiliki riwayat penyakit demam dan kondisi kurang sehat, maka proses vaksinasi dapat dilakukan tahap selanjutnya.”Setelah benar-benar pulih yang bersangkutan bisa direkomendasikan untuk menjalani suntik vaksinasi,” tegasnya.Sebelumnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang  mendapat jatah 6.400 dosis vaksin Covid-19 sinovac telah menerima pengiriman tahap pertama.Vaksin yang rencana akan diberikan untuk petugas kesehatan ini telah sampai di gedung instalasi farmasi berada di Kelurahan Jua-Jua, Kota Kayuagung, OKI, Jum’at (15/1/2021) siang.Mobil Barakuda dan personil Brimob bersenjata lengkap dari Polda Sumatera Selatan mengawal pendistribusian vaksin sampai ke lokasi.Muhammad Arifin Muslim, Kasi Survelan dan Imunisasi menjelaskan saat ini vaksin telah dimasukkan ke dalam ruangan khusus sesuai anjuran dari pemerintah.

“Setelah vaksin sampai langsung disimpan dalam vaccine refrigerator atau kulkas khusus dengan suhu sekitar 2 hingga 8 derajat celsius. Agar kesterilan vaksin dapat terjaga,” ungkapnya kepada awak media.Dia jelaskan, vaksin ini nantinya akan kembali didistribusikan ke 36 puskesmas yang tersebar di 18 Kecamatan yang ada. Dengan penerimanya sebanyak 3.202 tenaga kesehatan.”Mulai sore ini kita kirim lagi ke puskesmas di Kecamatan Kayuagung, Teluk Gelam, dan Sirah Pulau Padang. Lalu untuk daerah yang jauh pengiriman akan dilanjutkan besok pagi,” katanya.Diyakini pengiriman vaksin sedikit mengalami kendala terutama bagi daerah pesisir dengan medan tempuh yang sulit dijangkau.”Memang pengiriman ke daerah perairan seperti di Kecamatan Air Sugihan, Cengal, Sungai Menang pasti akan mengalami kendala, apalagi nantinya distribusi menggunakan jalur perairan,”

“Maka dari itulah agar vaksin tetap steril, petugas kami sudah menyiapkan kotak pendingin yang akan diisi cairan es dengan suhu atas 3 derajat. Kotak itu juga tidak boleh dibuka hingga ke tujuan,” kata Arifin.Sementara itu, Kabag Ops Polres OKI, Kompol Agus Prihadinika mengatakan telah menyiapkan sebanyak 157 personil yang akan diterjunkan dalam pendistribusian vaksin.”Yang jelas pengawalan dan pengamanan ini mulai dari pengambilan vaksin hingga hari penyuntikan vaksinasi yang akan dilakukan serentak di 36 puskesmas pada tanggal 18 Januari mendatang,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres OKI tersebut.Sama halnya, Kompol Agus menjelaskan jika pendistribusian ke wilayah perairan akan menjadi tantangan tersendiri.”Khusus pendistribusian ke wilayah perairan kendaraan yang akan digunakan yakni speed boat. Kami akan tetap mengawal hingga sampai ke tujuan,” katanya. (Sripoku.Com,)