Bahaya, Buangan Air PT Bumi Pasir Putih Positif Limbah Cemar

Banyuasin, Surya Post.

Berdasarkan hasil sampel uji laboratorium yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuasin, limbah cair yang dibuang PT Bumi Pasir Putih ke saluran

pembuangan air ke lingkungan masyarakat di Jalan Pasir Putih Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa positif limbah.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah, Abbas Urip mengungkapkan, Hasil sampel yang diteliti dari air parit yang berada sekitar 1 kilo meter dari pabrik memiliki tingkat keasaman diambang batas.

“Standar PH nya 6 sementara dari uji lab PH nya 3,5. Kemudian, TCC atau tingkat kekeruhan juga melewati batas baku mutu,” tegasnya, selasa, (28/4).

Bahkan, cerobong asap pembuangan limbah hasil pembakaran di pabrik tersebut juga bermasalah.

“Cerobong asap dibangun dengan terlalu rendah sehingga asapnya mencemari udara lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Sesuai ketentuan yang ada, seharusnya tingkat kekeruhan kurang dari 100, tetapi hasil sampel yang diuji lebih dari 100.

“Artinya sudah terjadi pencemaran di sana,” bebernya.

Namun hasil uji lab tersebut belum rampung seluruhnya, BLH masih memproses kandungan BOD (biological or biochemical oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) atau seberapa banyak kebutuhan mikro organisme biologi dan kimia untuk mendegradasi bahan organik di dalam itu.

“Hasilnya belum bisa diketahui, kemungkinan dua hari lagi,” jelasnya.

Kendati demikian, limbah PT tersebut sudah bisa dikatagorikan bermasalah, karena kandungan PH, TCC dan asap pabriknya sudah terbukti tidak standar.

“Kami akan kirimkan hasil uji lab ini ke PT agar diperbaiki,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pabrik PT Bumi Pasir Putih, Arsil membantah kalau pihaknya membuang limbah ke parit warga sekitar.

Menurut Arsil, pihaknya melakukan pengolahan limbah melalui beberapa tahapan.

“Diantaranya melalui bak penampungan, dilanjutkan ke bak penambahan zat PH, kemudian diendapkan di bak khusus terakhir dilakukan penyaringan,” jelasnya.

Kalaupun warga menemukan adanya limbah berwarna merah pekat tersebut kemungkinan hanya tercecer atau akibat tingginya curah hujan sehingga meluber ke parit warga.

“Hal itu bukan suatu kesengajaan dari pihak perusahaan,” bantahnya(jn/net)




Tinggalkan Balasan