Bangun Jalur Tambang, 11 Orang Tewas Tertimbun Tanah Longsor

MUARA ENIM, Surya Post – Aktivitas penambangan batubara liar atau ilegal yang dikemas tambang rakyat (TR) di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim menelan korban jiwa. Sebanyak 11 penambang tewas setelah tertimbun tanah longsor saat membuat jalur galian tambang.

Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya para penambang yang sebagian besar masyarakat desa setempat hendak melakukan aktivitas tambang diareal tambang rakyat yang berada di Desa Tanjung Lalang. Karena areal tambang berada ditengah hutan, para pekerja tambang ini membuat akses jalur untuk menuju areal tambang baru dengan lebar 4 meter dan kedalaman 5 meter.Diketahui lokasi menuju areal tambang ini dihimpit oleh perbukitan. Naasnya tanah jalur yang dibuat longsor lalu menimpah sebanyak 11 penambang hingga tewas. Diduga para penambang yang tewas kehabisan nafas karena terjebak reruntuhan tanah. Ke 11 korban berhasil di evakuasi satu jam pasca kejadian setelah satu unit alat berat didatangkan untuk melakukan pengupasan tanah longsong dan dibawa ke Puskesmas Tanjung Agung.

Adapun 11 korban tewas tersebut yakni Darwis, Hardiawan, Rukasih, Zulpiawan yang keempatnya adalah warga Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim. Lalu Joko Supriyanto dan Purwadi warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim.

Sandra warga Jawa Tengah, Sumarli warga Desa Muara Kisam, Oku Selatan, Hapron warga Lampung, dan Umardani warga Desa Sukaraja dan Labisun Labisun warga Lampung Utara.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Manalu SH SIK,mengatakan sebanyak 11 orang tewas diduga merupakan pekerja tambang ilegal.

“Sebelas korban ini tewas karena tertimbun tanah longsor saat hendak menuju area tambang,”kata AKP Faisal disela-sela menunggu penyerahan jenazah kepada pihak keluarga di Puskesmas Tanjung Agung.

Faisal menuturkan, seluruh korban yang tewas tertimbun longsor telah dievakuasi ke Puskesmas Tanjung Tanjung Agung. Kemudian masing-masing korban telah dikenali identitasnya untuk diserahkan ke pihak keluarga.

“Jenazah masing-masing telah diambil pihak keluarga,”ucapnya.

Faisal menegaskan pihaknya juga masih mendalami keterangan dari sejumlah saksi peristiwa tersebut.

“Kita fokus penanganan evakuasi korban dulu. Mengenai saksi-saksi nantilah suasana tidak memungkinan karena sedang berkabung,” jelasnya

Atas kejadian tersebut, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH bersama Dandin 0404 Muara Enim dan Kapolres Muara Enim melayat empat korban yang tertimbun longsong di Desa Tanjung Agung, Kasat Pol PP. “Kita turut berduka cita atas musibah yang menimpa 11 orang. Kita berharap kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar.(ozi)