Banyak Senjata Khas Empat Lawang Dijadikan Souvenir

Empat Lawang,Surya Post

Masyarakat Kabupaten Empat Lawang sudah sejak lama sebagai tradisi, menjula hasil kerajinan khas masyarakat  Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker),berupa senjata benti untuk petani maupun untuk souvener .Hasil kerajinan tersebut telah diakui oleh Amarsin warga Talang Randai,bahwa ia  sudah menekuni kerajinan senjata sejak tersebut sejak tahun 1990.Dikatanya bahwa  banyak jenis senjata khas yang dibuat, mulai dari kudok sampai keris. Pekerjaan rata-rata dilakukan dengan sistem tempa atau pesan, baik buat baru atau sekedar buat sarung senjata yang disebut brangke.“Tidak ada ritual yang dilakukan ketika membuat senjata tersebut,” katanya, Senin (1/2).

Iapun menjelaskan perbedaan antara senjata Paiker dan Pagaralam, perbedaannya terlihat dari posisi gagang. Besar kecilnya lekukan bawah atau betelughnya, pengikat gagang dan pelapis ujung, senjata Paiker dilapis dengan tanduk binatang.“Dari brangke, senjata khas Paiker ada lekukan dari tengah sampai ujung,” jelasnya.Sedangkan menurut Jayadi yang sudah 15 tahun menekuni kerajinan senjata khas Paiker, lekukan hanya variasi atau pemanis senjata dan diantara gagang dengan senjata ada sejenis lomba cenderung bulat.Selama menekuni kerajinan senjata khas, sudah ratusan senjata yang dipesan pejabat Empat Lawang sebagai souvenir untuk tamu-tamu istimewa yang berkunjung ke bumi Saling Keruani, Sangi Kerawati.

Perajin yang tinggal di Desa Keban Jati yang juga hobi memelihara burung menjamin produknya sebagai barang premium atau istimewa dilihat dari bahan dan penampilannya.Se orang Kepala Desa Talang Randai, Samsudin menanggapi adanya peranjin senjata tersebut,dikatakannya bahwa senjata Paiker memang memiliki tampilan yang beda dibanding yang lain.“Walaupun namanya sama, kudok Paiker dengan kudok Pagaralam bentuknya lain. Baik bentuk sarung, teloghnya, gagang maupun pengikatnya,” tuturnya.Kerajinan senjata Paiker akan di perkenalkan apa bila nantinya ada event pemeran akan diikuti promusinya,hal ini janji yang dilontarkan oleh camat Noperman Subhi. “Kami meminta kepada dinas yang terkait untuk memberikan fasilitas atau mempermudah untuk membuat senjata sehingga tidak lagi memproduksinya secara tradisional atau di produksi lebih modern,” tukasnya. (SP)