Belum Ada Instruksi Rapid Antigen, Gubernur Isyaratkan Persebaran COVID-19 Sumsel Masih Kondusif

Palembang,Surya Post

Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Kadinkes Sumsel) Dra Lesty Nurainy Apt MKes. Mengatakan, kelebihan rapid antigen terletak pada tingkat akurasinya yang mencapai 90 persen dibanding rapid biasa.“Rapid Antigen berbeda dia lebih sensitif, Sekaligus juga dari sampelnya pun berbeda. Kalau yang biasa diambil dari darah, antigen ambil swab dari hidung. Dan akurasinya lebih dari 90 persen,” beber Kadinkes saat dibincangi lebih lanjut usai apel gabungan Operasi Lilin, Nataru 2020 di Lapangan Pakri, Palembang. Senin (21/12/2020).

Oleh sebab itu, diketahui, rapid antigen merupakan syarat wajib bagi pemudik libur natal dan tahun baru yang hendak masuk daerah DKI Jakarta dan Bali.Namun syarat itu, belum berlaku di Sumsel. Untuk itu, Kadinkes Lesty, mengungkapkan. Sumsel baru memfasilitasi rapid antigen untuk yang melakukan keberangkatan.“Belum ada arahan dari bapak gubernur, mewajibkan rapid anrtigen bagi yang masuk ke Sumsel. Untuk saat ini kita masih mengikuti kebijakan dari daerah DKI Jakarta,” ungkapnya.Lanjutnya, dalam mengatasi urusan tersebut Pemprov Sumsel mengambil kebijakan. Membebas bayarkan untuk ASN, non ASN dan satgas COVID-19 yang akan melakukan perjalanan kerja ke DKI Jakarta.“Dengan catatan harus ada surat tugasnya. Namun untuk permintaan sendiri (diluar giat kedinasan. Red) harus membayar,” imbuhnya.

Adapun, untuk diluar pulau Jawa besaran yang harus dibayar maksimal senilai Rp 750 ribu dan untuk pulau Jawa Rp 250 ribu. Harga tersebut tertera dalam Surat Edaran Kemenkes Nomor HK 02.02/1/4611/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Antigen.Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru, mengatakan. Bertepatan pada arus mudik libur Nataru 2020/2021. Pihaknya siap memberlakukan syarat sebagaimana diatur dalam SK Menteri Kesehatan. Untuk menekan penyebaran COVID-19 diwilayah seperti dijelaskas sebelumnya.Misalnya seperti, disiapkan fasilitas screening kesehatan di gerbang arus kedatangan resmi bandara, pelabuhan, terminal, stasiun dan jalan tol.“Penegakan protokol kesehatan dalam operasi ini dilakukan mengacu pada pergub 37 tahun 2020 dan Perda, sebagai titik panduan. Untuk itu, kesadaran masyarakatlah yang kita awasi bersama TNI dan Polri,” kata Deru.

Maka, Gubernur imbau masyarakat untuk membatasi aktifitas diluar rumah. Dan merekomendasikan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah Sumsel, kecuali kondisi mendesak.“Hindari menggelar pesta seperti pesta kembang api dan sebagainya, Mungkin sebisanya dirayakan sederhana saja dirumah” imbuhnya mengingatkan.Kendati demikian, ditekankannya.Pemberlakuan rapid antigen baru akan dilakukan apabila dalam situasi tertentu. Dengan artian, hingga kini siklus penyebaran wabah COVID-19 masih dapat diatasi, dan Sumsel dianggap masih kondusif.“Rapid antigen tidak serta-merta dapat dilakukan. Kita harus lihat ada ada gejala atau engak. Sebab, kita tidak bisa membuat suasana jadi mencekam. Maka itu harus sesuai dengan kebutuhan. Tapi tetap di standby kan (persiapkan.red),” pungkasnya. (Sumeks)