KTP Ayah Sintia

BPPPA: Disayangkan, Laporan penganiayaan tersebut terlambat

KTP Ayah SintiaBanyuasin, Surya Post.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Provinsi  Sumsel Susna Sudarti mengungkapkan sangat menyesallkan terkait kasus penyiraman cuka para terhadap Sintia (17), lantaran kasus tersebut

baru dilaporkan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Pada Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) setelah  memasuki sidang ke tiga

Dikatakannya pihaknya baru mendapatkan laporan kasus kekerasan terhadap siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu.

“Ini sudah sidang ketiga di Banyuasin. Sangat disayangkan. Untuk langkah pertama, kami akan koordinasi dengan P2TP2A Banyuasin,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Menurutnya, pihak korban seharusnya memberikan laporan dari awal terjadinya penyiraman cuka para yang menimpa anak ke tiga dari Masturo (53). “Inikan sudah memasuki sidang ketiga, ada kemungkinan hampir keputusan” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan menndampingi semua sidang dan hasil keputusan hakim. Sehingga, hak-hak korban akan tidak hilang.

“Kami akan mendampingi, tapi bukan sebagai pengacara agar hak-hak korban tidak hilang. Karena, biasanya galak wong takut untuk melapor. Kami tinggal memantau pasal apa yang dipakai oleh hakim untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya dengan logat Palembang.

Dari hasil laporan yag diterima oleh P2TP2A Provinsi Sumsel, pelaku merupakan kakak ipar korban. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka fisik yang parah di kaki dan tangan.

Penganiayaan dialami korban di rumahnya. Di tempat kejadian ditemukan alat bukti seperti gunting,, kain spree, baju dan tali.

Usai memberikan laporan kepada P2TP2A, pihak korban menginginkan agar pelaku dihukum sebrat-beratnya.(jn/net)




Tinggalkan Balasan