Budayakan Kembali Adat Budaya Komering

Untuk menghidupkan kembali adat serta budaya masyarakat Komering yang pernah berjaya tahun 70-an, Jaringan Masyarakat Adat Komering(JAMAK) bersama generasi muda OKU Timur melakukan pelatihan dan pemahaman mengenai bagaimana adat dan istiadat Komering.

Bahkan keprihatinan akan hilangnya adat dan budaya tersebut diungkapkan pemerhati sastra dan bahasa Provinsi Sumatera Selatan Agung SS yang datang ke Komering untuk menyaksikan kembali bagaimana masyarakat melestarikan adat dan budaya Komering.

“Banyak masyarakat khususnya pemuda yang melupakan adat istiadat ditanah kelahiranya sendiri. Kami datang ke OKU Timur ini untuk mendokumentasikan kebudayaan komering yang saat ini mulai dikembangkan kembali oleh masyarakat melalui JAMAK,” katanya disela pertemuan Sabtu (18/4) malam di kediaman Ketua JAMAK H Leo Budi Rachmadi.

Menurut Agung,keseriusan masyarakat terutama generasi muda Komering dalam melestarikan adat dan budaya patut diapresiasi. Bahkan Agung meyakini dengan keseriusan generasi muda, maka adat dan budaya yang hampir hilang akan kembali muncul dan bersinar seperti puluhan tahun lalu.

“Kita sangat terbantu dengan bantuan para remaja suku komering di OKU Timur ini. Memang kami ditugaskan oleh balai bahasa provinsi untuk mendokumentasikan kebudayaan Komering,” katanya.

Dikatakan Agung, salah satu yang mereka dokumentasikan dari dat dan budaya Komering adalah Pisaan, Adok, Warahan, lagu-lagu Komering, dan cerita legenda suku Komering seperti cerita pakusan senkuyit di Martapura dan juga cerita masyarakat di Perjaya.(sripoku) 




Tinggalkan Balasan