Bupati Apresiasi Positif Penjurian Kada Inovasi

Muratara, Surya Post

Bupati Muratara H Syarif Hidayat, apresiasi positif penjurian kepala daerah Inovatif yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Sumsel dan koran harian Sumatera Ekpres. Pihaknya menegaskan, penjurian yang dilakukan bisa memacu setiap daerah di wilayah Sumsel. Agar bisa menampilkan inovasi terbaik di daerah masing masing.Bupati Muratara, mengaku sangat bersyukur meski kabupaten Muratara merupakan kabupaten baru, namun bisa direkomendasikan mengikuti penjurian kepala daerah inovasi. Dari beragam inovasi yang mereka laksanakan, ada tiga program unggulan di Muratara.Seperti pembinaan warga SAD, pengiriman ratusan santri tahfiz quran, dan beasiswa bagi anak ke sejumlah universitas di luar Muratara.

“Dengan program pemberdayaan SAD, kami ingin memanusiakan manusia. Dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap komunitas tertinggal,” katanya, usai mengikuti penjurian di lantai II ofroom Pemda Muratara, Rabu (8/7).Pihaknya berharap, dengan program tahfiz quran. Ratusan anak yang dikirimkan ke sejumlah pondok pesantren nantinya akan kembali ke Muratara dan menjadi SDM yang unggul. H Syarif Hidayat menegaskan, pembangunan daerah tidak selalu berorientasi terhadap pembangunan fisik namun juga pembangunan SDM di masyarakat.“Untuk pembangunan fisik juga kita lakukan, seperti pembangunan jalan, jaringan listrik sudah 100 persen masuk desa, jembatan, fasilitas sekolah, sanitasi air bersih dan pusat kesehatan,” ujarnya.

Terakhir H Syarif Hidayat berharap yang terbaik untuk Kabupaten Muratara, baik itu program yang dijalankan maupun untuk kemaslahatan masyarakat luas. Terpisah, asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suharto Patih, megungkapkan. Inovasi daerah yang dilakukan pemerintah kabupaten Muratara, tentunya mengacu ke peraturan pemerintah pusat maupun Provinsi Sumsel.Menurutnya, pemberdayaan masyarakat SAD secara maksimal sudah mereka lakukan. Jika sebelumnya masyarakat SAD merupakan masyarakat nomaden, namun saat ini mereka sudah di kumpulkan dan dibina secara teratur di Muratara.“Program yang kita laksanakan sudah dilirik oleh pemerintah pusat, bahkan sebelum Covid-19. ibu negara ingin mengunjungi secara langsung lokasi pemberdayaan SAD di Muratara,” ungkapnya.

Mengenai program pembedayaan ini masuk dalam inovasi daerah, pihaknya menegaskan banyak daerah lain yang di dapati warga SAD. Namun untuk pemerdayaan secara sfesifik baru dilakukan di Kabupaten Muratara. “kita tampung mereka di asrama khusus, di sekolahkan, diberi asupan gizi, diajarkan agama, pendidikan dan sosialisasi. Sehingga saat mereka keluar nanti mereka bisa berbaur dan berdaya saing,” ujarnya.Suharto patih mengungkapkan, selama ini warga SAD dikenal dengan masyarakat pemalu yang enggan berinteraksi dengan masyarakat luar, dengan julukan suku kubu.

Mereka memilih bertahan di tengah hutan dan menjauhi perkampungan dan interaksi sosial. Namun setelah di berikan program pemberdayaan itu, saat ini warga SAD tidak lagi menjadi masyarakat terbelakang.“Kami memanusiakan manusia, mereka memiliki hak yang sama dengan masyarakat lainnya. Warga SAD tidak boleh lagi tidak memiliki identitas, mereka punya hak untuk dapat pendidikan, kesehatan kesetraan sosial. Selaku pemerintah di daerah, kami wajib hadir untuk mereka,” jelasnya.Dalam cara itu juga di hadiri Sekertaris Daerah H Alwi Roham, kepala Bapeda H Erwin syarif, asisten II Ramsol, dan protokol Humas Pemda Muratara.( Sumeks.Co)