Delapan Desa Langganan Banjir Di Banyuasin Akan Terbebas

Banyuasin, Surya Post.

Bersama PT Kasih Agro Mandiri (KAM), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin melalui Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuasin akan melakukan penormalisasian Sungai Ibul dengan melakukan pengerukan Sungai sepanjang 8,5 KM dengan lebar 15 meter.

Penormalisasian sungai tersebut ditujukan guna mengantisipasi kembali terjadinya banjir di delapan desa disekitaran sungai ibul.

Sebab, pendangkalan Sungai Ibul membuat luapan air sungai saat turun hujan menyebabkan kebanjiran pada delapan desa yang dilintasi aliran sungai tersebut. Dengan adanya normalisasi tersebut, maka aliran sungai dapat berfungsi dengan baik dan desa-desa yang dialiri bebas dari musibah banjir, kata Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian, Sabtu (30/5).

“Delapan desa langganan banjir karena meluapnya Sungai Ibul saat musim penghujan, diantaranya, Desa Terlangu, Sri Bandung, Tanjung Menang, dan beberapa desa lainnya. Setelah dilakukan pengerukan kita jamin tidak akan banjir lagi,” ujar Yan Anton.

Sementara itu Camat Banyuasin III, Alpian  menambahkan, selama ini memang sudah banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) khususnya di wilayah Banyuasin yang sudah menyempit dan dangkal.

“Oleh karena itu, dengan adanya normalisasi yang dilakukan Dinas PU Pengairan Banyuasin bekerjasama dengan PT KAM masalah banjir dapat teratasi,” bebernya.

Memang selama ini Sungai Ibul ini sudah tidak dapat dipergunakan lagi, karena sudah dipenuhi oleh eceng gondok, rumput – rumput, nipah dan kayu – kayu yang menghalangi aliran sungai.

“Sehingga perahu ketek, kadangkala tidak dapat melintas lagi. Maka diharapkan dengan adanya normalisasi sudah kembali normal,” imbuhnya.

Alpian juga berharap, PT KAM nantinya tidak hanya menurunkan CSR dalam bentuk normalisasi sungai ini saja. Tapi CSR dalam bentuk yang lain, dimana bentuk CSR tersebut dapat secara langsung menyentuh kepada masyarakat yang tinggal dekat PT KAM.

“Oleh karena itu, sebelum menurunkan CSR, pihak PT diharapkan dapat berkoordinasi dengan pihak kecamatan. CSR apa yang memang cocok untuk kawasan tersebut, apakah membangun jalan, masjid dan lain sebagainya,” tegasnya.

Terpisah, General Area Manager, Eko Purwantono didampingi Manager Plasma Agus Sumarwan, mengatakan memang dana untuk CSR normalisasi sungai tersebut cukup besar. Akan tetapi, dampak dari normalisasi tersebut sangat positif bagi masyarakat yang berada di daerah aliran sungai.

“Jadi kita akan lakukan normalisasi sungai, agar tidak terjadi banjir, transportasi sungai seperti perahu dan ketek dalam melintas,”ucapnya. 

Kedepannya, bakal ada CSR yang diberikan oleh PT KAM. Jadi tidak hanya pada tahun ini saja, tapi akan ada pada tahun berikutnya.(jn/net)




Tinggalkan Balasan