Dengar ditolak Berobat salah satu RS, Duta Anggota Dewan Kota Palembang geram dan segera memfasilitasi pengobatan

 

PALEM BANG, SURYA POST.CO – Cukup berat derita yang dialami Budi Sentosa (27) tahun salah seorang warga yang tinggal di Kelurahan Karya Mulya yang berada di jln. Taqwa Mata Merah Rt. 05 Rw. 02 Kecamatan Sematang Borang Palembang.
Kehidupan serba kekurangan karena kurang mampu, tempat tinggal boleh menumpang diatas lahan milik keluarga, ditambah lagi baru saja di PHK dari pekerjaan dan memiliki seorang anak laki-laki yang bernama M. Rasyah Aditia (5) tahun menderita penyakit yang telah diagnosa dokter mengidap penyakit Tumor disekitar Rahang yang kerap kali memuntahkan darah dari mulutnya ungkap seorang Ibu bernama Desi Ramayanti saat dikunjungi silaturahmi oleh Anggota Dewan Kota Palembang dari PDIP yang merupakan Konstituennya Dapil IV Duta Sakti Wijaya, SH yang sapaan akrabnya Duta pada Jum’at (5/2/21) sekira 16 : 00 Wib.

Saat ini Rasyah menderita sakit tumor kondisi lemas, yang tak sanggup lagi berdiri dan hanya menangis menahan derita yang dirasakannya.

Didapat info dari Pekerja Sosial Masyarakat Kelurahan Karya Mulya Ratna menjelaskan, “Desi mendatangi Kantor Kelurahan mengutarakan kondisi kehidupan guna mendapatkan Surat Keterangan untuk pengobatan anaknya Rasyah menghadap “Angga” dan diberikan sedikit uang untuk mengurusi anaknya yang sakit agar segera membawa Rasyah ke salah satu RS di Kota Palembang RS. (Br) dengan membawa Surat Keterangan yang diberikan tersebut, “urainya.

Namun apa yang diterima Desi saat membawa anaknya ke RS. Br oleh petugas Rumah Sakit,” Kami tidak melayani Surat Miskin atau yang menggunakan KIS karena tidak ada kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos), “terang petugas RS. Br.

Hal inilah tergerak Duta bersama para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dari Kecamatan Sematang Borang Palembang memfasilitasi dan menjembatani permasalahan yang dihadapi Budi Sentosa selaku orang tua Rasyah agar segera membawa ke RS. Br untuk pengobatannya.

Saat berkunjungnya Anggota Dewan Kota dari PDIP, awak media mengajukan pertanyaan dalam rangka kunjungannya ini, “Duta bingung karena tidak adanya sinkronisasi harmonis antara pihak Rumah Sakit dengan Pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dalam menyikapi Masyarakat Miskin selaku penerima manfaat KIS sebagaimana yang dirasakan oleh Budi Sentosa atas musibah anaknya yang menderita sakit yang dialaminya sedangkan Ibu Fitri selaku Wawako Kota Palembang telah bersusah payah menyampaikan perihal KIS ini dan agar kiranya pihak RS dapat melayani dan menerima masyarakat penduduk miskin yang membawa hanya menyerahkan KTP dan KK kendati belum memiliki KIS “ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, “Sebenarnya tahap-tahap untuk mendapatkan KIS ini sudah dilakukan tetapi mereka penduduk miskin haknya mereka brlum mendapatkannya, “katanya.

Dalam hal ini juga Duta mempertegas, “Tetap memotivasi masyarakat miskin agar jangan segan dan takut ketiks bilamana nyata-nyata hak mereka penduduk miskin yang telah diatur oleh Undang-Undang tidak diberikan, maka siap untuk mem-avocati atas hak-hak mereka agar diberikan, akan dibantu dan membina mereka, ” terang Duta. (Es/Red).