Dewan Pantau Terus Program IP 200 di Pemulutan

Ogan Ilir, Surya Post.

Rencana Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang akan menerapkan program IP 200 atau tanam dua kali di tiga kecamatan yakni

Pemulutan Induk, Barat dan Selatan serta normalisasi sungai menjadi perhatian serius anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Sofian N Ali Ketua Komisi 4 berasal dari Fraksi PPP Dapil Pemulutan.

Dikatakannya, 80 persen masyarakat di tiga kecamatan Pemulutan merupakan petani, sehingga di saat musim tanam sangat diperlukan bantuan bibit dan puput dari pemerintah dalam mendukung upaya swasembada pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saat ini, masyarakat pemulutan telah masuk musim tanam, program pemerintah dalam membantu para petani ini akan terus di pantau agar tepat sasaran,” katanya, kemarin.

Menurutnya, para petani di kawasan kecamatan Pemulutan sangat membutuhkan bantuan bibit serta pupuk, selain itu juga dibutuhkan pompa air yang berfungsi untuk menyalurkan air ke sawah petani, “Ini yang dibutuhkan petani untuk melaksanakan program tanam dua kali setahun,” ujarnya.

Selain itu, program pemerintah kabupaten Ogan Ilir yang akan melakukan normalisasi sungai di kecamatan Pemulutan dinilainya sangat tepat, karena selama ini petani dalam melakukan tanam padi tergantung akan kondisi cuaca.

“Kita harapkan program Pemkab Ogan Ilir dalam melakukan normalisasi sungai tepat sasaran dan betul di pendalaman, ini akan kita awasi terus,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas PU Pengairan di tahun ini akan melakukan normalisasi sungai yang ada di tiga kecamatan.

“Pada tahun ini, kami mempunyai program akan melakukan normalisasi sungai yang berada di tiga wilayah Kecamatan,’’ujar Kepala Dinas PU Pengairan Abdul Kadir ST.

Sungai yang berada di tiga kecamatan tersebut, meliputi Kecamatan Sungai Pinang, Rantau Panjang dan Pemulutan ‘’Sungai yang kami normalisasikan itu merupakan anak sungai ogan, yang kondisinya  tengah terjadi pendangkalan,’’lanjut Abdul Kadir.

Langkah normalisasi ini lanjut Abdul Kadir, sebagai upaya mendukung pertanian dikabupaten OI, guna mewujudkan swasembada pangan, dengan harapan panen padi dikalangan petani bisa dilakukan dua kali setahun.

“Saat ini panen pertanian padi ditengah-tengah masyarakat, masih berlaku satu tahuh sekali, ketika memasuki musim kemarau, persawahan mengalami kekeringan, karena sungai yang menjadi sumber pertanian mengalami pendangkalan, semoga dengan normalisasi yang kami lakukan, kebutuhan air bagi ribuan hektar sawah dapat terpenuhi , meski disaat musim kemarau’’tutupnya.(Yei)




Tinggalkan Balasan