Diduga Dianiaya Jaksa, Ortu Bocah Pemulung Dipanggil Aswas Kejati Sumsel

Lahat,Surya Post

Oknum Jaksa Kejari Lahat bernama Sucitra Adi Lesmana atau Citra yang dilaporkan atas dugaan telah melakukan penganiayaan terhadap korban bocah pemulung berinisial RYP (13) beberapa waktu lalu, saat ini telah memasuki tahap pemanggilan orang tua oleh Asisten Pengawas (Aswas) Kejati Sumsel.Adapun pemanggilan orang tua korban bernama Helmi Yoga ke gedung Kejati ini sebagaimana terlampir dalam surat pemanggilan nomor B 09/L6/H.II.i/01/2021 yang bertandatangan Heryanto SH selaku Aswas UB Pemeriksaan Pergasum Kejati Sumsel ini guna dimintai keterangan tentang kronologi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum korps Adhiyaksa tersebut.

“Ya tadi sekitar pukul 13.00 WIB selama empat jam saya mendampingi ayah korban memenuhi panggilan pihak Kejati Sumsel untuk dimintai keterangan mengenai kronologis kejadian tersebut,” kata Sapta Putra Wahyudi SH selaku kuasa hukum korban.Sapta menceritakan kronologis singkat menurut ayah korban saat itu korban bersama temannya ini melihat ada kotak kardus didepan rumah Citra, korban anak ini yang juga bekerja ikut membantu orang tua sebagai pemulung lalu berinisiatif mengambil kardus tersebut, namun hal itu diketahui oleh Citra sehingga korban bersama temannya tersebut tidak jadi ambil kardus tersebut sambil berlalu dari rumah Citra.“Lalu korban bersama temannya dikejar lagi oleh Citra menggunakan motor dan diduga citra menganiaya korban hingga mengalami luka dibagian kepala,” ungkap Sapta.

Menurut Sapta setelah kejadian itu, pernah dua kali dilakukan upaya mediasi perdamaian yang di fasilitasi oleh ketua RT tempat tinggal korban, namun sayang dalam mediasi oknum Jaksa tersebut tidak menunjukkan etikad baik terbukti tidak hadir tanpa keterangan yang jelas.Sementara itu, Hj Nurlela SAg MM selaku kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lahat yang turut serta mendampingi ayah korban dalam pemeriksaan di Gedung Kejati Lantai 8 mengatakan bahwa pihaknya akan tetap terus mendampingi keluarga korban baik itu dukungan moril maupun materil dikarenakan korban sendiri selain mengalami luka akibat ulah oknum Jaksa saat ini korban juga mengalami trauma secara psikis.“Kami berharap karena ini kasusnya anak berhadapan dengan hukum kepada oknum jaksa tersebut dapat diberikan sangsi sesuai dengan perbuatannya agar memberikan efek jera,” ujar Nurlela.

Dikonfirmasi terpisah, terkait hal itu Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman SH MH membenarkan adanya permintaan pemanggilan terhadap orang tua korban, namun belum berkomentar banyak saat ditanya sangsi apa yang akan dijatuhkan terhadap oknum Jaksa tersebut apabila terbukti melakukan tindak kekerasan fisik terhadap seorang anak dibawah umur.“Kita tunggu saja hasil akhirnya nanti, yang jelas bidang pengawasan tujuannya untuk menegakkan disiplin,” singkat Khaidirman. (Sumeks.Co)