Diduga Lakukan Pemerasan, Kasat Narkoba Polres Banyuasin Dipropamkan

Banyuasin, Surya Post.

Diduga telah melakukan tindakan pemerasan, Kepala Satuan Narkoba Polres Banyuasin AKP Iksan Hasrul dilaporkan ke Yanduan Propam Polda Sumsel oleh Ki Agus Khairul (37) dan Zulfikri (53), Senin (11/5).

“Selain kita berharap diproses tindak pidana umumnya, kami juga berharap ia juga diproses secara kode etik Polri. Apa yang sudah dilakukan Iksan sudah sangat menyalahi pekerjaan seorang anggota Polri,” kata Zulfikri seperti pada rmol

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, mengatakan pihaknya sudah menerima laporan itu di Yanduan Propam Polda Sumsel. Tentunya, dengan diterimanya laporan, pihak Propam Polda Sumsel akan melakukan pemeriksaan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan perihal kejadian yang sebenarnya.

“Jika memang bersalah, akan diproses sesuai aturan Polri yang berlaku. Saat ini, pihak pelapor dan saksi sudah dimintai keterangan,” kata Djarod.

Menanggapi adanya laporan pemerasan, AKBP Julihan Muntaha selaku Kapolres Banyuasin mengatakan dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Dirinya mengaku belum tahu pasti apa penyebab adanya laporan untuk Iksan. Julihan juga mengatakan  dirinya belum sempat bertanya secara langsung kepada Iksan.

“Saya belum bisa berkomentar untuk menyikap laporan tersebut karena saya sendiri belum tahu. Saya akan bertemu untuk berbicara terlebih dahulu dengan dirinya,” kata Julihan, yang dijumpai saat berkunjung ke Mapolda Sumsel.

Untuk diketahui, Zulfikri dan Khairul melapor telah diperas oleh Iksan belum lama ini. Pemerasan bermula dari ditangkapnya Zulfikri dan Khairul oleh Sat Narkoba Polda Sumsel atas tuduhan telah membawa paketan sabu. Khairul dan Zulfikri lalu ditahan di Mapolres Banyuasin.

Beberapa saat setelah ditahan, Khairul dan Zulfikri diminta uang Rp 20 juta, dan menurut keduanya yang meminta adalah Iksan selaku Kasat Narkoba Polres Banyuasin.

Karena mengaku sudah tidak betah berada di dalam ruang tahanan, Zulfikri dan Khairul memutuskan untuk membayar setelah terlebih dahulu bernegoisasi soal harga. Akhirnya, disepakatilah uang bebas senilai Rp 16 juta. Keeseokan harinya, keduanya langsung dibebaskan.




Tinggalkan Balasan