Dimusim Penghujan Kabupaten Muara Enim Siaga Bencana Banjir Dan Tanah Longsor

Photo : Net

Muara Enim ,Surya Post

Sebagai resiku bagi daerah-daerah perbukitan,Lebak dan di pinggir Sungai,di musi penghujan rentan dengan tanah longsor dan dilanda banjir di musim pengahujan ini.Sebagaimana cintoh sekarang ini yang mengalami bencana banjir dan tanah longsor, salah satunya Kabupaten Muara Enim menduduki peringkat kelima daerah rawan banjir dan longsor.Karena itu Bupati Muara Enim H Juarsah SH telah mengeluarkan putusan Bupati Muara Enim Nomor 748/KPTS/BPBD/2020, menetapkan status keadaan siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Muara Enim.“Bedasarkan prediksi kondisi cuaca oleh BMKG Sumsel diperkiarakan musim hujan di wilayah Sumsel diperkirakan berlangsung dari bulan Oktober 2020 hingga Bulan Mei 2021 yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor,” ujar Kepala BPBD Muara Enim, Abdul Rozik, Senin (15/2).

Lanjutnya, status keadaan siaga darurat sebagai dimaksud dalam rangka mengantisipasi bencana banjir dan longsor dan ditetapkan sampai 30 Mei 2021. Setelah penetapan status keadaan siaga darurat, kata dia, maka akan dibentuk Pos Komando yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya dalam upaya penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.Untuk wilayah rawan bencana longsor yakni kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Tangah, Semende Darat Ulu, Panang Enim dan Tanjung Agung.

Sedangkan wilayah kecamatan rawan banjir, lanjutnya, meliputi Muara Enim Lawang Kidul, Ujan Mas, Benakat, Gunung Megang, Belimbing, Empat Petulai Dangku, Rambang, Lubai, Lubai Ulu, Lembak, Sungai Rotan, Gelumbang, Belida Darat, Kelekar dan Muara Belida.“Untuk alat pendukung status siaga bancana, kita telah menyiapkan berbagai peralatan diantaranya lima unit perahu, mobil dapur,” terangnya.Namun demikian, ia mengingatkan, pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat harus peka mengingat kondisi cuaca saat ini bisa beruba-ruba sewaktu-waktu. “Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terutama daerah yang sering dilanda bencana banjir dan tanah longsor,” imbuhnya.(Sp)