DPR Minta Visa Jemaah yang Gagal Umrah Digratiskan

Jakarta,Surya Post

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS Iskan Qolba Lubis mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah melobi Kedutaan Besar Arab Saudi agar menggratiskan perpanjangan visa umrah jemaah Indonesia yang batal berangkat per 27 Februari 2020.Iskan juga mengatakan akan meminta data jumlah jemaah pemegang visa yang gagal berangkat dan ditolak masuk Arab Saudi terkait upaya untuk meredam penyebaran virus corona (Covid-19).”Kami akan bicara dengan kedutaan supaya yang sudah dapat visa karena lewat batas waktu itu nanti tidak bayar, gratis. Kami akan perjuangkan. Gratis saja, karena duitnya sudah masuk ke mereka kan,” kata Iskan di Jakarta, Sabtu (29/2).Iskan mengatakan masa berlaku visa umrah itu selama 14 hari.

Besar kemungkinan jemaah yang gagal berangkat ini masa berlaku visanya sudah habis lebih dahulu sebelum Saudi mencabut kembali larangan tersebut. “Ini kan Saudi juga paham karena kebijakan dia. Kami usahakan,” ujarnya.Sementara itu, kata Iskan, untuk jemaah yang belum mendapat visa bisa menjadwalkan ulang keberangkatannya setelah Saudi mencabut larangan tersebut.Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Joko Asmoro mengatakan jemaah Indonesia yang akan umrah dalam satu bulan ke depan sekitar 150 ribu orang. Sementara, jemaah yang sudah mengantongi visa 50 ribu orang.”Yang jelas masa berlaku visa 14 hari, jadi minimum 50 ribu (jemaah) kalau yang sudah bervisa,” kata Joko.

Joko mengatakan sudah mengikuti rapat bersama Menteri Agama Fachrul Razi dan pihak terkait merespons kebijakan dari Saudi tersebut. Menurutnya, salah satu masalah yang belum ada solusinya adalah terkait visa umrah jemaah.Joko menyebut biaya pembuatan visa umrah sendiri cukup mahal sekitar US$195 sampai US$200 per orang. Ia mengatakan jika kebijakan ini melewati waktu 14 hari otomatis para jemaah harus membuat ulang visa dan mengeluarkan uang kembali. “Jadi (diharapkan) yang sudah bervisa tapi belum in, masuk, ke Saudi Arabia bisa diulang kembali tanpa biaya,” ujarnya.

Sementara terkait penerbangan maupun akomodasi selama umrah, Joko mengatakan para pihak sudah sepakat untuk melakukan penjadwalan ulang. Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan para mitra yang ada di Saudi terkait penjadwalan ulang.Menurutnya, para jemaah memahami penundaan keberangkatan umrah setelah Saudi mengeluarkan kebijakan penghentian penerbitan visa untuk yang ingin umrah dan wisata dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. (CNN Indonesia)