FPI Mau Demo Bebaskan Habib Rizieq, Kapolda Metro Merespons

Jakarta,Surya Post

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran menanggapi rencana demo massa Front Pembela Islam (FPI) yang mau menyuarakan pembebasan Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Fadil menyampaikan pihaknya sudah punya agenda.”Kalaupun ada aksi, kami akan melaksanakan operasi kemanusiaan,” kata Fadil di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 17 Desember 2020.Fadil menyebut operasi tersebut meliputi beberapa kegiatan. Mulai dari testing, tracing dan treatment atau 3T. Kata Fadil, agenda kegiatan ini dasar hukumnya juga sudah jelas. Dia bilang keselamatan masyarakat saat ini jadi hukum tertinggi.

“Sudah ada UU Kekarantinaan. Kesehatan, wabah penyakit menular, ada perda, pergub. Instruksi gubernur itu akan kita laksanakan dalam bentuk operasi kemanusiaan, akan kita laksanakan 3T sehingga kerumunan bisa dikendalikan,” ujar eks Kapolda Jawa Timur itu.Meski demikian, ia mengingatkan kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat maupun Tebet, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu terbukti menimbulkan adanya klaster COVID-19 baru.

Maka itu, pihaknya akan masif melakukan operasi kemanusiaan.”Klaster Petamburan dan Tebet sudah membuktikan bahwa kerumunan sangat berbahaya,” ujar Fadil lagi.Seperti diketahui, massa FPI berencana menggelar aksi unjuk rasa Jumat besok, 18 Desember 2020 di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Mereka menuntut pembebasan penahanan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS).Selain itu, mereka menyuarakan keadilan terkait tewasnya enam laskar khusus FPI yang ditembak polisi. Saat ini, Habib Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Terkait itu, pihak Polda Metro Jaya juga tak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) terkait aksi unjuk rasa massa FPI besok, Jumat 18 Desember 2020.”Kita tidak mengeluarkan STTP, izin (keramaian) tidak dikeluarkan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis, 17 Desember 2020.(viva.co.id