Ini Alasan Pertuni Usulkan Sekolah SLB Miliki Asrama

Muaraenim, Surya Post.

Ketua DPC Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Muara Enim, Sugeng Suparman berharap agar Sekolah Luar Biasa (SLB) yang di peruntukan

oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus di Muaraenim di lengkapi Asrama, sehingga para siswa dapat mengenyam pendidikan secara maksimal

” Pendidikan ini merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang,baik normal maupun yang berkebutuhan khusus,di Muaraenim ini kita memang sudah ada SLB, namun sayang belum di lengkapi Asrama, sehingga anak-anak yang berkebutuhan khusus ini harus bolak-balik ke sekolah, seandainya ada asrama, tentu pelajaran dan ilmu yang mereka dapatkan lebih maksimal, dan jika orang tua ingin menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus ini dengan asrama ya itu pasti di kirim ke Palembang,” katanya, usai kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 DPC Pertuni Muara Enim, Kamis, (21/5).

Ia mengatakan dengan tidak adanya asrama ini membuat sebagian penyandang cacat belum dapat mengenyam pendidikan seperti yang lainnya.

“Terutama mereka yang berada di pelosok-pelosok seperti kecamatan,karena dengan keterbatasan mereka tidak memungkinkan mereka untuk pulang pergi ke sekolah seperti yang normal lainnya,dan bagi orang tua juga tidak memungkinkan untuk antar jemput jika jarak sekolahnya jauh,namun seadainya SLB ini di lengkapi Asrama,saya yakin akan lebih banyak lagi orang-orang berkebutuhan khusus di Muaraenim ini yang ingin sekolah dan kegiatan belajar mengajar juga bisa lebih fokus dan maksimal,” katanya.

Ia menerangkan hingga saat ini ada sebanyak 21 orang yang tergabung dalam pertuni cabang Muaraenim.

“Sebenarnya masih banyak yang lainya yang belum tergabung,dan kita akan melakukan jemput bola kepada yang lainnya , dan Alhamdulillah,anggota pertuni Muaraenim ini selain memiliki kemampuan pijat urut, juga telah mengenyam pendidikan dari SD hingga SMA. Namun itu tadi dirasa masih banyak yang belum menikmati pendidikan, dikarenakan masih kurangnya sarana penunjang pendidikan,” jelasnya.

Di tambahkan olehnya pihaknya juga berharap kepada Pemkab Muaraenim untuk dapat memberikan dukungan kepada pertuni.

“Kami juga ingin di perlakukan sama seperti yang normal lainnya,dan kami sangat mengharapkan bantuan dan suport dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Muara Enim, Bulgani Hasan, usai membuka Muscab, berharap agar para penyandang tuna netra tergabung dalam Pertuni bisa berkarya terus seperti manusia normal lainnya.

“Seperti halnya yang telah dilakukan selama ini dengan membuka panti pijat tradisional,Kedepan dengan wadah Pertuni ini di harapkan dapat menjadi wadah eksistensi penyandang tuna netra untuk menunjukan kemampuan di berbagai bidang, Lalu, untuk perusahaan – perusahaan juga di harapkan dapat memanfaatkan kemampuan dari anggota Pertuni ini,” ungkapnya.(jn/net) 




Tinggalkan Balasan