Jambret Kayuagung Merajarela, Sirni: Personil Reskrim Melempem

Kayuagung, Surya Post.

Aksi pelaku kejahatan di dalam Kota Kayuagung belakangan ini mengalami peningkatan, setidaknya awal bulan Mei saja  lebih dari lima kali aksi kejahatan pencurian dengan

kekerasan menimpa warga dan belum ada yang terungkap, Senin (11/5/2015).

Aksi kejahatan seperti jambret, pecah kaca, copet dan berbagai bentuk tindakan kejahatan saat ini menghantui masyarakat, terutama para ibu-ibu dan remaja putri yang mengendarai kendaraan.

Beberapa kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat tersebut diantaranya, kasus jambret yang menimpa Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Srigeni Kecamatan Kayuagung, korban dijambret ditaman Kota Kayuagung atau di depan rumah Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain hingga kehilangan uang sebesar Rp 15 juta yang merupakan dana BOS yang baru diambil dari bank.
Kasus serupa juga menimpa Pegawai Dealer Honda Kayuagung yang menderita kerugian Rp 15 juta. Kejadian kejahatan pelaku jambret juga dialami oleh seorang Guru SD Saat melintas di simpang Celikag Kayuagung, korban harus merelakan tas berisi uang dan surat berharga di bawa pelaku. Terjadi juga kasus jambret di Jalan Perumahan Kabag Kelurahan Paku Kayuagung dan  menimpa salah seorang warga. 

Aksi kejahatan tersebut semuanya terjadi pada bulan Mei 2015, yang hingga saat ini belum ada satupun yang terungkap, sementara kejadian pada bulan April juga menambah deretan panjang aksi kejahatan yang belum terungkap.

Tokoh Pemuda OKI, Sirni Lestari Sag harus bersuara keras menyikapi ketidak nyamanan dalam perjalanan bagi ibu-ibu maupun di rumah yang ditinggalkan. Seyogjanya pihak kepolisian harus bertindak cepat dan tepat atas maraknya aksi kejahatan yang terjadi belakangan ini, jangan sampai nanti masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap petugas kepolisian, apalagi Kayuagung merupakan ibu kota Kabupaten OKI yang menjadi barometer kecamatan lainnya.

“Kalau Kayuagung saja tidak aman bagaimana dengan kecamatan yang lain, harusnya polisi ini cepat bertindak, mana reskrimnya jangan melempem. Kalau masyarakat tidak percaya dengan polisi warga akan bertindak sendiri dengan caranya, bisa bahaya,” tegas Sirni.

Andi (34), salah seorang tukang ojek di kayuagung mengatakan, saat ini Kayuagung semakin tidak aman, hampir tiap hari terjadi kejahatan. Sasarannya adalah para ibu-ibu yang berkendara. “Kemarin keluarga saya yang menjadi korban, sekarang di Kayuagung tidak aman pak, apalagi pas hari kalangan Sabtu, pasti ada saja yang kena copet,” kata Andi yang kini kehilangan rasa aman.
Hal senada diungkapkan, Timijo (45) warga Jawa yang tinggal di Kabupaten OKI, aksi kejahatan sekarang sering kali terjadi, namun pelakunya bebas berkeliaran dan belum ada satupun yang berhasil ditangkap. 

“Saya tidak mengerti kemana saja anggota polisinya, setiap hari hampir terjadi jambret, padahal saya sering lewat dari arah Polsek Kayuagung, kalau malam hari sering ada razia, tetapi aksi kejahatan masih terjadi,” ujar Tomijo yang menyinggung para pelaku kejahatan tidak pandang bulu. Seperti terjadi di depan rumah Kapolres OKI dan wilayah perbankan yang tak dijaga oleh pihak keamanan.
Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain SIk melalui Kapolsek Kayuagung AKP Hendra Gunawan SH saat dikonfirmasi membenarkan jika aksi kejahatan jalanan di Kota Kayuagung mulai marak lagi, tetapi pihaknya sudah berupaya keras untuk melakukan pencegahan dan pengungkapan.

“Memang belakangan aksi jambret mulai membuat resah, tetapi kita sudah berupaya keras, bukan berarti tidak ada yang kita ungkap, ada yang sudah kita ungkap dan pelakunya sudah ditahan untuk menjalani peroses hukum,” kata Hendra.

Menurut Kapolsek, aksi kejahatan jalanan mulai meningkat selain disebabkan ekonomi juga mendekati bulan Ramadhan. “Sekarang sudah mendekati bulan ramadhan sehingga aksi jambret dan copet mulai marak, kita berharap kerjasam masyarakat, jangan saling melindungi, kalau mengetahui pelaku jambret atau copet segera di informasikan kepada kami, kepada masyarakat juga harus lebih hati-hati,” terangnya. (and)




Tinggalkan Balasan