Juarsah Menerima Uang Rp.4 Miliar Melalui Perantara Terpidana A Elfin MZ

Palembang,Surya Post

Penahanan terhadap Bupati Muara Enim Juarsah adalah hasil pengembangan dari pemeriksaan,pada kasusu suap yang lebih dahulu menjerat Ahmad Yani.Hal ini dikatakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Rikhi BM, saat ditemui disela persidangan korupsi lahan kuburan yang menjerat Bupati Kabupaten OKU, Johan Anuar yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (16/2/2021).Selain itu dikatakannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi telah menetapkan tersangka dan menahan Bupati Muara Enim, Juarsah yang terlibat kasus suap proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019.”Saat ini Juarsah masih ditahan di rutan KPK,” ujarnya.Dalam sidang Muara Enim Jilid Pertama, terpidana A Elvin MZ Muchtar yang divonis bersalah atas kasus serupa sempat menyebut Juarsah menerima uang suap sebesar Rp.2 miliar dari terpidana Robi Okta Pahlevi.

Namun berdasar sumber yang ditulis oleh Sumselpers.com  melalui keterangan pers yang dibagikan oleh KPK, disebutkan bahwa Juarsah sudah menerima uang sebesar Rp.4 miliar Uang itu diterimanya melalui perantara terpidana A Elfin MZ Muhtar yang ditahun 2019 silam menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.Terkait perbedaan jumlah nominal tersebut, Rikhi menjelaskan, nominal Rp.4 miliar yang diduga diterima Juarsah, diketahui berdasarkan dakwaan hasil pemeriksaan terhadap terpidana Ramlan Suryadi dan Aries HB.”Dalam dakwaan terakhir pada sidang Muara Enim Jilid Dua, pada kasus Ramlan Suryadi dan Aries HB itu, kami dapatkan bahwa nama Juarsah mendapatkan aliran dana sebesar Rp.4 miliar. Uang itu dia terima melalui Elfin yang bersumber dari robi dan pengusaha lain,” jelasnya.

Belum dijelaskan secara pasti terkait peran Juarsah dalam perkara ini.Rikhi hanya menjelaskan, sudah ada sejumlah tempat yang dilakukan penggeledahan serta penyitaan terhadap barang bukti khususnya di kabupaten Muara Enim.Apakah ada peran Juarsah yang ikut sebagai pengatur proyek, hal itu masih akan dibuktikan dalam penyelidikan lebih lanjut. Tapi memang kita sudah melakukan penggeledahan seperti di Kantor Juarsah, PU dan tempat lainnya terkait kasus di Muara Enim tersebut,” ujarnya.Saat disinggung, apakah akan ada tersangka baru seperti nama-nama sejumlah anggota DPRD Muara Enim yang dalam sidang sebelumnya sempat disebut-sebut ikut menerima uang, Rikhi mengatakan, belum dapat memastikan terkait hal tersebut.”Sementara ini kami masih fokus pada Juarsah dulu. Tapi memang untuk anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, ada yang menerima bahkan mengakui dan mengembalikan aliran dana. Namun kami masih menyusun fakta-fakta bahwa meraka akan menjadi terdakwa atau tidak,” ujarnya. (SP)