Karena Wabah Virus corona Pedagang Harian Pasar Lawang Agung Mengelu

Photo : Sumeks

Muratara,Surya Post

Akibat wabah corona semua pedangan yang berada di pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara saat ini  mengeluh.Menurut pengakuan salah seorang M Latif pedagang di pasar tersebut,bahwa sejak adanya wabah virus corona semua pedagang sepih pengunjung.Selain itu juga Latif mengaku,sangat terasa dalam beberapa pekan terakhir pengunjung selalu berkurang lantaran warga banyak tidak belanja di pasar karena takut keramaian.M Latif juga mengaku transaksi ekonomi di pasar harian, sudah dikeluhkan oleh para pedagang khususnya  di pasar Lawang Agung,umunya pasar di Muratara.“Sekarang pasar sepi, banyak warga sungkan berbelanja ke pasar. Ini gara gara isu corona, jadi banyak dak belanjo warga kito,” katanya.Pihaknya berharap, ada kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah yang dapat mendukung pergerakan ekonomi di wilayah lokal.

Namun harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan, keputusan pemerintah menerapkan sistem Work from home semakin mencekik arus ekonomi di pasar tradisional.“Adanya PNS dan pegawai itu berpengaruh sekali di Muratara, kalau mereka libur lihatlah sekarang pasar sepi. Banyak pedagang tutup, karena tidak ada yang beli,” timpalnya.Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Pasar dan Koperasi Muratara Samsu Anwar, melalui Kabid perdagangan Safawi menanggapi penunjung pasar begitu berkurang alias sepi.Safawi  mengungkapkan  saat ini masalah Covid 19 merupakan masalah yang berdampak ke seluruh sektor termasuk pedagang.

Dia membenarkan jika saat ini sejumlah pasar harian di Muratara sepi pengunjung. Meski Pemerintah daerah sampai saat ini belum memiliki kebijakan menutup pasar.“Pasar tetap beraktivits normal, tapi sudah ada dampak dari Covid 19 pasar sepi pengunjung,” ucapnya. Pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan melakukan pemetaan, menenai sejumlah stok pedagang serta mengeluarkan kebijakan penyemorotan dispektan di sejumlah pasar Muratara.“Kami memiliki kebijakan melakukan pemanrauan stok barang, takutya kondisi ini dimanfaatkan oknum untuk menimbun barang. Pasar juga wajib di semprot dispektan supaya lebih steril,” tutupnya.(Sp-Net)