Kasus Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak Kota Lubuk Linggau Meningkat

Photo : Net

Lubuklinggau,Surya Post

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam wilayah kota Lubuk Linggau Provinsi Sumsel,dalam catatan akhiriakhir ini meningkat selama pandemi Covid-19. Hal dalam hasil pantauan dalam catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Lubuklinggau hingga November 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 30 kasus.Hal ini diungkap oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan Kgs Effendi Feri, ia mengaku telah meminta upaya dinas terkait untuk mencari solusi bagaimana cara dapat menurunkan kasus tersebut.”Kemarin dalam rapat koordinasi penanganan, pencatatan dan pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak kita sudah sampai bagaimana cara menurunkannya,” ungkapnya pada wartawan, Jumat (27/11/2020).

Menurut Effendi, kasus kekerasan perempuan dan anak ini tidak bisa selesai bila semua pihak tidak berperan.Dalam hal ini ia berharap kedepan dinas terkait melibatkan RT dan pemangku adat di wilayahnya masing-masing.”Bila dapat diselesaikan di tingkat RT kelurahan dan pemangku adat, tak perlu dibawa ke proses hukum, tapi bila tidak bisa diselesaikan baru diproses ke jalur hukum,” ungkapnya.Bahkan untuk jalur hukum, apabila membutuhkan dana visum, Pemkot telah menyiapkan anggaran, sedangkan hasil visumnya dikeluarkan dari rumah sakit dan dipegang langsung oleh pihak kepolisian.

Ia menjelaskan, ke depan akan ada aplikasi untuk penanganan, pencatatan dan pelaporan, sedangkan mengenai operatornya dalam waktu dekat segera dibentuk dan disiapkan.”Ke depan masing-masing layanan terpadu mempunyai operator penanganan, pencatatan dan pelaporan. Setiap kasus yang ada, ke depan dapat dijadikan bahan penyusunan kebijakan program dan pengambilan keputusan,” jelasnya.Mengenai penanganan dan pembinaan terhadap anak jalanan, selama ini telah dilakukan oleh Dinas Sosial, sedangkan untuk sekolah sudah ada guru BP untuk pembinan dan pemulihan anak.”Apabila ada masalah mental baru akan diserahkan kepada psikolog,” ungkapnya.(Red)