Kasus Korupsi Parkir, Mantan Kadishub Prabumulih Divonis 1 Tahun Penjara dan Rekanannya 4 Tahun

Prabumulih,Surya Post

Dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan parkir yakni mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informarmatika (Dishubkominfo) Pemerintah Kota Prabumulih, Drs H Syarifudin Ak MM dan pihak ketiga atau kontraktor yakni Deddy Irawan, akhirnya divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.Mantan Kadishub Prabumulih Syarifudin divonis pidana penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka akan diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan.Sementara Deddy Irawan divonis pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan parkir, dibacakan majelis hakim, Deddy vonis 4 tahun dan pak Syarifudin divonis 1 tahun 6 bulan penjara,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Wan Susilo Hadi SH ketika diwawancarai, Selasa (21/7/2020).Wan mengaku, sidang dengan agenda vonis itu dipimpin majelis hakim diketuai Erma Suharti SH MH dan anggota Abu Hanifah SH MH serta Iskandar Harun, sementara Jaksa Penuntut Umum yakni dirinya dan Rizki Handayani SH.”Deddy dituntut pasal 2 UU Tipikor dengan tuntutan 5 tahun, untuk pidana denda Rp 250 juta dan subsider, namun dalam vonis terdakwa dikenakan pasal 3 UU Tipikor dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 juta,” katanya.

Tidak hanya itu, terdakwa Deddy juga divonis untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 440 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dijual lelang untuk membayar uang pengganti tersebut.”Tapi jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,” jelasnya.Lebih lanjut Wan menuturkan, untuk Syarifudin pasal yang dituntut yakni pasal 3 UU Tipikor dengan pidana pokok selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

“Untuk vonis Syarifudin dikenakan pidana penjara 1 tahun enam bulan, denda tetap sama dengan tuntutan Rp 50 juta dan subsidernya dikurangi jadi 2 bulan,” tuturnya. Wan menerangkan, terhadap putusan majelis hakim tersebut, pihaknya selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir dulu karena untuk memberikan sikap masih diberikan tengang waktu selama 7 hari.”Apakah nanti JPU menerima atau melakukan upaya banding masih ada waktu, saat ini masih pikir-pikir dan masih kita pelajari lagi apakah sudah cukup memenuhi rasa keadilan atau lainnya,” bebernya.

Disinggung apa sikap kedua terdakwa terhadap putusan vonis itu, Wan mengaku kedua terdakwa menyatakan menerima putusan itu.”Dalam persidangan kedua terdakwa menyatakan menerima putusan itu,” tambahnya.Untuk diketahui, Deddy Irawan selaku pihak ketiga memenangkan tender pengelolaan dana parkir tahun 2015 dengan nilai Rp 640 juta. Dalam pelaksanaan Deddy hanya menyetorkan uang parkir sebesar Rp 220 juta selama satu tahun, sementara Rp 440 tidak disetorkan padahal saat itu terdakwa berhasil mengumpulkan uang parkir Rp 800 juta.Kasus tersebut dilaporkan dan menyeret Syarifudin yang saat itu menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemerintah Kota Prabumulih. (Sripoku.Com,)